12 TAHUN TRAGEDI PEMBANTAIAN TAKBAI : SOAL RAKYAT DAN JAWABAN PEMERINTAH

Terkait dengan tragedi Takbai tanggal 25 Oktober 2004 yang menjadi sebagai tregedi pembantaian yang mengerikan rakyat Patani pada umumnya yang berdasarkan senasib, seagama, sebangsa dan setanah air.

Pertanyaan rakyat Patani sudah menjadi hal yang diabaikan oleh pihak pemerintah Thailand dalam mengakui kesalahannya terhadap tindakan anarkis pada tragedi pembantaian ini, bahkan dilemparkan kesalahan ini kepada oxygen dan ini bukan ablatif yang pihak pemerintah tidak mengakui atas kesalahannya.

Tragedi yang cukup dengan penindasan dan asasinasi ini, menjadi salah satu faktor bagi masyarakat Patani dalam mengikuti perjuangan untuk merebutkan kemerdekaan bangsa Patani.

Pada tangga 25 Oktober setiap tahun para mahasiswa Patani selalu mengadakan peringatan sekaligus menuntut hak keadilan terhadap mangsa pembantaian kali ini, sudah beberapa kali, ketika mahasiswa Patani menggelarkan aksi untuk menuntut keadilan tapi dilarang sama tentara, disini sudah menunjukkan bahwa hak-hak bagi masyarakat Patani sudah direnggut oleh pemerintah yang dimulutnya mengucap demokrasi tapi tindakannya adalah otoriter.

Pada tahun 2016 ini kita bisa melihat bahwa ancaman pemerintah Thailand terhadap mahasiswa Patani supaya tidak menggelarkan aksi dan tuntutan-tuntutan seperti tahun sebelumnya.

Pada tanggal 10 s/d 12 Oktober 2016, tentara Thailand (Komando) menangkapkan 44 mahasiswa (8 perempuan) dan (36 laki-laki) mahasiswa Patani dengan kasus yang diberi oleh pihak yudikatif yaitu untuk menyekatkan perencanaan pembantaian karena genap 12 tahun.

(Gambar 2 : Penangkapan mahasiswa di Bangkok)
(Video : Penangkapan mahasiswa di Bangkok)

Persekutuan Mahasiswa Anak Muda dan Siswa PATANI (The federation of Patani Students and Youth) mendeklarasikan pada tanggal 13 Oktober 2016 terkait dengan isu diatas, dalam isinya tersimak dua tuntutan, yaitu :

  1. Permohonan untuk membebaskan mahasiswa Patani dengan secepatnya dan bertindak adil menghormati hak prikemanusiaan dan martabat terhadap rakyat.
  2. Permohonan untuk libertarian, aktivis politik, masyarakat daerah perbatasan harus hati-hati dengan paksaan menggunakan kekuasaan dibawah tentara secara mendekat.

Ini salah satu ancaman tentara Thailand supaya menakutkan mahasiswa Patani untuk menggelarkan aksi atau menuntut keadilan, disampaing itu dalam bidang politik di Patani khususnya bagi tragedi Takbai terbaginya dua golongan, yaitu :

  1. Golongan yang selalu berfikir untuk menuntutkan keadilan dan hak bagi mangsa/korban tragedi pembantaian ini, golongan ini terdiri dari mahasiswa Patani dan lembaga-lembaga lain.
  2. Golongan yang selalu menutupkan kejadiaan-kejadian yang terjadi di Patani khususnya tragedi pembantaian di Takbai ini, golongan ini terdiri pada instansi pemerintah.

Menurut saya ini akan menjadi sumbu untuk mahasiswa Patani lebih kerja keras dalam menuntut hak-hak bagi masyarakat Patani pada umumnya dan ini adalah simbol asasinasi yang kuat bagi masyarakat Patani untuk mengangkat menjadi isu internasional.

 

By : Saifudin Sulong

 

 

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)