21 Ramadhan, Wafatnya Imam Ali bin Abi Thalib

Turanisia.com – Tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriah, Ali bin Abi Thalib as, gugur syahid. Imam Ali as adalah salah satu Ahlul Bait dan khalifah penerus risalah Rasulullah Saw. Dua hari sebelum gugurnya beliau, di saat sedang menunaikan shalat Subuh di Masjid Kufah, seorang khawarij bernama Ibnu Muljam mengayunkan pedangnya dan melukai kepala suci Imam Ali as. Selama dua hari, Imam Ali terbaring sakit akibat lukanya yang amat parah dan pada tanggal 21 Ramadhan, beliau berpulang ke rahmatullah.

Gugurnya Imam Ali as memberikan pukulan besar bagi Islam dan kaum Muslimin. Beliau adalah seorang khalifah yang sangat mulia, memimpin pemerintahan Islam dengan penuh keadilan, dan menjadi orang terdepan dalam melawan kezaliman. Kemuliaan Imam Ali bisa dilihat dalam catatan khutbah-khutbah beliau yang terkumpul dalam Nahjul Balaghah. Ucapan-ucapan Imam Ali selalu penuh hikmah, panduan akhlak, dan makrifat irfani.

Di antara isi Nahjul Balaghah adalah wasiat Imam Ali as kepada putra-putranya, sebagai berikut. “Kalian dan keluargaku, serta siapa saja yang mendengar pesanku ini, aku mewasiatkan agar selalu bertakwa dan disiplin dalam setiap pekerjaan kalian. Peliharalah anak-anak yatim, berbuat baiklah kepada tetangga, sebagaimana yang dulu juga dipesankan oleh Rasulullah sampai-sampai beliau mengira para tetangga akan saling mewarisi. Janganlah menjauh dari al-Quran dan jangan biarkan orang lain mendahului kalian dalam mengamalkan al-Quran. Dirikanlah shalat dengan sebaik-baiknya karena shalat adalah tiang agama.”

Penulis : IREKA TN

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia