60 Tahun Eksistensi Perjuangan BRN

Patani – 13 Maret merupakan hari penubuhan organisasi perjuangan lanjutan seletah kematian Hj. Sulung (Ulama Kharismatik). Perjuangan berlandas kepada Islam dan keyakinan dalam menentukan gagasan dan tindakan untuk mencapai tujuan, yaitu kebebasan terhadap agama, bangsa dan tanah air Patani Darussalam dari segala bentuk tekanan Thailand.

Semenjak 1960 M. Organisasi ini mulai mengumpul anggota dari berbagai profesi dan dilengkapi berbagai bidang, mulai dari para ulama, para guru, ahli politik, tokoh masyarakat, buruh dan tani agar menjadi organisasi yang kompleks dan mampu menyatukan rakyat menuju perang rakyat semesta.

 

Pelaksanaan syariat di Patani tidak mudah seperti sekarang, catatan sejarah pernah mengungkap tarkait peristiwa demonstrasi penolakan peraturan larangan berjilbab, demonstrasi tuntut keadilan terhadap kematian misterius atas warga Patani, demonstrasi Dusungnyo, demonstrasi pelajar dan masih banyak yang tidak tercatat.

Hal ini menjadi patokan bagi organisasi perjuangan lanjutan Hj. Sulung yang diberi nama Barisan Revolusi Nasional (BRN). Dengan sikap yang tegas menyatakan perjuangannya dapat dijalankan hanya satu jalan saja, yaitu perang rakyat semesta melalui ujung laras senjata.

 

Setelah terjadi peristiwa rampasan senjata 2004 M. di salah satu markas batalion, provinsi Narathiwat. Dengan jumlah kehilangan senjata yang cukup banyak ini, pemerintah Thailand mulai sadar bahwa rakyat Patani sedang memproklamir dirinya untuk melawan dengan senjata (perang).

 

Kala itu, Thailand mengambil sikap untuk menangkis semangat Nasionalisme Islam Patani dengan cara ugutan dan penyiksaan agar menjadi contoh kepada yang lain. Namun terbukti bahwa cara itu tidak ideal dan merugikan apabila diketahui dunia internasional. 

Maka strategi pemulihan dengan cara tipu daya dan rayuan mulai dihamparkan ke seluruh wilayah Patani (Pattani, Narathiwat, Yala, dan 4 daerah dari Songkhla). Segala peraturan yang menyempitkan umat Islam mulai dilebarkan, namun sayangnya, bagi BRN, keadilan dan kemakmuran dapat dinikmati secara total oleh rakyat, hanya apabila wilayah sudah merdeka seratus persen (100%).

 

Genap 60 tahun organisasi perjuangan BRN, semangat berlandas dari keyakinan yang tinggi ini, tidak pernah pudar dalam jiwa rakyat Patani. Upaya gencatan senjata selalu menghadapi rintangan dan cabaran, bahkan Thailand menjadikannya sebagai tujuan utama untuk membukti keleburan Nasionalisme Islam Patani dan itu telah dan sedang menjadi mimpi tak pernah nyata sampai hari ini.*/Putra Patani

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia