ADAKAH PROSES PERDAMAIAN PATANI AKAN TERUS BERLANJUT?

TURANISIA.com – Telah kita ketahui bahwa pada hari Senin tanggal 10 April 2017 pihak gerakan pembebasan Patani yaitu Barisan Revolusi Nasional (BRN) mendeklarasikan 3 (Tiga) tuntutan dengan melalui website “The Telegra.ph”web palsu seperti mana yang telah kita ketahui.

Perdana Menteri, Phrayut Chan-Ocha minta jangan memperluas isu, setelah pernyataan dari kumpulan gerakan BRN (10/4). Tapi harus mengajukan negosiasi perundingan yang Malaysia adalah coordinator”. (Sumber : TUNAS Online).

Perdana Menteri Thailand menegaskan bahwa proses perundingan damai di Patani tidak harus ada diantaranya peserta yang dari internasional oleh karena mereka masih menganggap bahwa BRN adalah sebuah kelompok pemberontakan. Alasan ini hanya untuk menyanggahkan tuntutan nomor 1 yang ada di press release BRN yaitu  “Perundingan harus didasarkan pada persetujuan dari kedua belah pihak. Dan kedua belah pihak harus bersedia untuk mencari cara untuk mengakhiri konflik. Selain itu, harus mengadakan pengamat dari pihak ketiga dan penyaksian dari peserta internasional”.

Walau bagaimanapun, disamping penganggapan pemerintah Thailand yang menganggap bahwa BRN adalah kelompok pemberontakan, juga ada sokongan dari masyarakat yang selalu mendukung perjuangan BRN yang berjuang untuk Patani bahkan masyarakat sangat berbangga jika anggota dari gerakan tersebut gugur karena berjuang.

Disamping penolakan Perdana Menteri Thailand terhadap tuntutan BRN, pihak BRN juga menolak rencara perundingan damai militer dalam sebuah pernyataan pada Selasa, (12/04). yang akan diselenggarakan di Bangkok.

Proses perdamaian Patani tidak semudah yang diimpikan masyarakat, oleh karena kedua belah pihak diantara BRN yang selaku wakil dari rakyat Patani yang mempunyai ideologi berbeda dengan pemerintah Thailand dalam arti ingin membebeskan Patani dari pemerintah kolonialisme dan pemerintah Thailand yang saat ini diwakili oleh Perdana Menteri Phrayut Chan-Ocha masih tetap dalam pendirian masing-masing.

Langkah selanjutnya harus kita perhatikan, oleh karena hal ini sangatlah penting bagi masyarakat Patani yang telah lama mereka hidup dalam penderitaan yang belum bertemu jalan damainya yang hakiki dan selagi mana proses perdamaian masih belum bisa diselesaikan selama itulah rakyat Patani tersungkur ke tanah.

Penulis : Tim JeMaP

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia