Bersama Tuan Guru Haji Ismael (Buya), IPMITI Adakan Majlis Peringatan Isra’ Mi’raj

Turanisia.Com, YOGYA – Perayaan hari kebesaran dalam sejarah Islam “Peristiwa Isra’ Miraj”, diadakan perayaan ini merupakan rutinitas dilakukan oleh mahasiswa asal Patani, Thailand selatan di Yagyakarta, Jumat 14 April 2017.

Sebagai mengenang kembali dengan peringatan peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke Sidratul Muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. Acara ini digelar di Asrama Ikatan Persaudaraan Mahasiswa Islam Thailand di Indonesia (IPMITI Pusat Yogyakarta).

Adalah sebagai kesempatannya, Tuan Guru Haji Ismael Bin Abdul Hamid (Buya, Kuala Jambu) yang datang ke Indonesia. Namun tidak sengaja mahasiswa mengundang beliau untuk acaranya. Buya bersama istrinya, berdua datang tujuan berkunjung ketemu putrinya yang saat ini sedang menjalankan studi magister di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Seperti biasa, acara dimulai dengan membaca ayat suci al-Quran al-Karim. Yang kemudian ucapan sambutan, pertamanya, Ketua Umum IPMITI Pusat Yogyakarta, Fitree Tahe mengajak teman-teman mahasiswa dan para tamu undangan lainnya agar memaknai hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita maknai peringatan Isra’ Miraj ini dengan pendekatan Iman dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan antar sesama umat beragama, agar bisa tercipta keamanan dan kenyamanan hingga cita-cita tercapai di selama kita tempuhi pendidikan kita di sini”. ungkapnya.

Di Indonesia, juga ada perkumpulan pelajar mahasiswa asal Patani dan Thailand berkuliah di kota Yogyakarta khususnya. Ada sebagiannya lebih dari 300 mahasiswa, mereka belajar di berbagai universitas di kota ini.

Acara peringatan peristiwa Isra’ Mi’raj disampaikan oleh Tuan Guru Haji Ismael Bin Abdul Hamid (Buya), beliau menyebut bulan Rajab, bulan yang dihormati manusia. Bulan ini termasuk bulan haram (Asyhurul Hurum). Banyak cara manusia menghormati bulan ini.

Ceramah yang disampaikan oleh Tuan Guru Haji Ismael, beliau mengangkat suatu ayat dari al-Qur’an al-Karim, surat al-Baqarah ayat ke-47, menerangkan bahwa segala nikmat pemberian itu adalah berasal dari Allah, dan setiap pemberian itu harus kita mengembalikan kepada-Nya. Maka dengan itulah kita harus banyak dengan bersyukur kepada Allah dengan beramal soleh.

Kemudian beliau pula menyampaikan satu al-Hadihst, dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW; الإسلام يعلو ولا يعلى عليه, artinya bahwa Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam.

Demikian inti dari kisah agung perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram ke Masjid Aqso, dengan ijma’ 4 mazhab dan menerima shalat far’du lima waktu. Bahwasanya peristiwa ini adalah kisah yang sebenar, yang berlakunya pada bulan Ra’jab 27 hari bulan sebelum 1 hijriah.

Selain itu, juga dihadiri bapak Ridwan Usman adalah penasehat organisasi IPMITI, dalam sambutannya mengatakan bahwa menuntut ilmu pengetahuan, memangnya tidak cukup sekadar dibangku perkuliahn, namun peribadi sendiri malah lebih banyak belajar ilmu agama semasa sudah menjadi dosen pun “Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, sedangkan orang yang hari ini lebih jelek pada hari kemarin adalah orang yang sangat merugikan,” tuturnya.

Dalam majlis peringatan Isra’ Mi’raj ini, juga dihadiri undangan mahasiswa Patani lainnya, ada dari perwakilan anggota organisasi PMIPTI, mahasiswa Thailand (Thai Students Yogyakarta) dan para tamu undangan lainnya. Sehingga majlis ini berjalan dengan lancar, acara juga mengadakan hiburan makan bersama dengan seluruh para hadirinnya.

Rep: Hamsyari Habib
Editor: AM Faton

Comments

Aksi Mahasiswa

Diaspora

Leave a Reply

id Bahasa Indonesia
X