“Damai” Di Era Pimpinan Militer

Di tengah isu politik ketidakstabilan, insiden kekerasan tambah lebih meningkat secara terus-menerus. Kegunaan senjata serangan telah mengakibat bagi terkorban pada penduduk orang dalam masyarakat yang tidak jelas dengan tindakan dari kelompok mana pendorong di belakang.

Di era “Pimpinan Militer” di bawah nama “Dewan Untuk Perdamaian dan Ketertiban Nasional atau National Council For Peace and Orde (NCPO) dapat merebut kesempatan ini “Kudeta” pada (22/05/2014) dua hari setelah mengumumkan “Hukum Darurat Militer” di seluruh negara.

Setelah merebut kuasa, tidak beberapa hari kemudian NCPO memerintah untuk pindah-memindah para kabinet dan pejabat pemerintah lainnya.

Pindahan para kabinet dan pejabat pemerintah lain ini hingga membuat grup pihak perwakilan pembicaraan damai selatan/PATANI untuk berhenti peranannya yang implisit. Karena bagian penting dalam kabinet dan pejabat pemerintah itu terkena melambung semua. Pertanyaan selanjutnya adalah merupakan tanda isyarat kudeta ini akan bermaksud untuk berakhirnya proses perundingan damai? Karena mendapat ketahui bahwa satuan militer itu tidak sepakat dengan proses perundingan damai secara resmi.

Sebagaimana sepertinya kali yang sebelum-belumnya substitusi pemerintah sering membawa kepada menempatkan direktur strategi untuk menjaga masalah selatan/PATANI baru.

Pada tanggal (21/06//2014) di pekan lalu, NCPO telah keluar perintah ke 96/2014 menunjukkan Dewan Pendorong Koreksi masalah wilayah selatan/PATANI oleh Udomdej Sitbutr, wakil, sementara itu sebagai ketua. Dan telah keluar perintah ke 98/2014 pada hari yang sama untuk menjelaskan mekanisme kerja di bawah struktural baru ini dengan membagi pekerjaan menjadi 3 tahap dalam tahap polisy akan berlaku penentuan polisy dan proses dalam penyelesaian masalah di wilayah selatan/PATANI dengan adanya Prayuth Chan-Ocha dalam memimpin NCPO sebagai penanggung jawab dan NCPO sebagai penasehat dalam tahap mengkonversi polisy menuju kepada praktek, dengan adanya pula Dewan Pendorong Koreksi p
penyelesaian masalah di wilayab selatan/PATANI sebagai penanggung jawab dan memberi Komando Operasi Keamanan Internal Negara dan Pusat Pentadbiran Wilayah selatan/PATANI (SBPAC) untuk bekerjasama dengan “integras”.

Dalam bagian terakhir ini adalah tahap praktek yang adanya Komando Operasi Keamanan Internal Negara sebagai unit utama dan SBPAC yang terdepan untuk bekerjasama di bawah kalimah ” integrasi” yang indah itu.

Pengertian yang sebenarnya “integrasi” adalah Komando Operasi Keamanan Internal Negara kembali memiliki kekuasaan dalam mengontrol regulasi manajemen peraturan dari SBPAC sekali lagi. Demikian seperti kembali kepada menggunakan struktural lama yang pernah digunaka setelah kudeta di tahun 2006 sebelum menciptakan hukum (Pho-Rho- Bho) Aministrasi Pemerintah wilayah selatan pada tahun 2010, berdirinya untuk mendukung status hukum dan SBPAC yang menghasil untuk organisasi ini menjadi bebas dari kontrol regulasi oleh Komando Operasi Keamanan Internal Divisi 4.

Di dalam perintah ke 98/2014 itu dapat menunjukkan maksud yang nyata dari NCPO dalam proses soal pembicaraan selanjutnya. Sedangkan dapat berubah kalimah dari sebelumnya menjadi “Proses Pembicaraan Damai” Damai di bawah konstitusi negara (undang-undang).

Dilaporkan dalam berita ISRA.News dapat menganalisis bahwa perubahan dari kalimah “damai” (lebih bermaksud kepada perdamaian dalam kontak dunia antara bangsa) menjadi “damai” (lebih bermaksud kepada perdamaia dalam kontak undang konstitusi negara), itu merupakan usaha dalam menarik suasana pembicaraan dalam menciptakan damai dalam daerah (dalam negeri), perlindungan hidup, aset miliki umum, dan juga konsisten tinggal bersama atas keanekaragaman budaya.
Mengapa harus berubah?, lapor berita ISRA.News, pada (07/08/2014).
Referensi Sumber; Buku Jalan Proses Perdamaian PATANI (bahasa Thai), Penulis Rung-Rawi Chaluem Sri Phinyoraj
Translating : Abu Muhammad Faton (Muhammad Awae, Mahasiswa Studi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia)

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia