DISKUSI PUBLIK : 12 TAHUN PERISTIWA TAKBAI, PENANTIAN PANJANG UNTUK KEADILAN DAN PERDAMAIAN DI PATANI.

JAKARTA – Pada 29 Oktober 2016, Aliansi Gerakan Mahasiswa Indonesia Peduli Patani (GEMPITA) mengadakan acara diskusi publik dengan bertema “Peringatan 12 Tahun Peritiwa Takbai, Penantian Panjang Untuk Keadilan Dan Perdamaian Di Patani”, acara ini dilaksanakan di Perpustakaan Nasional. Jl. Salemba Raya No.28 A, Kenari, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430.

GEMPITA sebagai organisasi gabungan mahasiswa Indonesia peduli terhadap masyarakat di Patani (Thailand Selatan) yang ingin menyampaikan rasa solidaritasnya kepada keluarga korban peristiwa Takbai serta masyarak Patani (Thailand Selatan), demikian masyarakat Patani (Thailand Selatan) merasa ketakutan setelah peristiwa Takbai serta dianggab sebagai terror oleh pemerintah Thailand.

Acara diskusi publik ini terdiri dari beberapa kegiatan, acara bermulai dengan makan makanan tradisional Patani (nasi kerabu), pertunjukan seni budaya melayu Patani (badiker barat), seni beladiri (silat harimau Patani), diskusi public (Peringatan 12 Tahun Peritiwa Takbai, Penantian Panjang Untuk Keadilan Dan Perdamaian Di Patani), pameran foto serta sumber-sumber buku sejarah Patani dan putaran filem peristiwa pembantaian demontrasi di Takbai.

Adapun maksud dan tujuan diskusi public ini adalah untuk “memperkenalkan Patani (Thailand Selatan) dan konflik yang melingkupimya, menyelaskan peristiwa Takbai dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Patani (Thailand Selatan), mengalang solidaritas untuk penyelesaian konflik di patani (Thailand Selatan) dan pengungkapan peristiwa pembantaian demontrasi Takbai yang tidak perikemanusia, perikeadiaan dan melanggar dengan Hak Asasi Manusia (HAM) di patani (Thailand Selatan) umunya.

Acara diskusi publik ini tidak hanya di Jakarta, namun juga diadakan di beberapa kota lain di Indonesi, seperti Medan, Riau, Bandung, Yongyakarta, Semarang dan Tulungagung. Demikian di Thailand juga mengadakan peringatan peristiwa pembantaian Takbai seperti di Patani, Yala, Narathiwat dan Bangkok, masyarakat melayu Patani menjadian kegiatan runting terhadap peristiwa-peristiwa besar seperti ini.

Salah satu peristiwa yang tidak dapat dilupakan oleh masyarakat melayu Patani (Thailand Selatan) adalah peristiwa pembantaian terhadap para demonstrasi yang berkumpul meminta keadilan di Balai Polisi Takbai, provinsi Narathiwat pada 25 Oktober 2004 lalu. Pada peristiwa itu mengakibatkan 85 jiwa terkorban, 51 orang sakit parah dan 1,280 orang yang ditahan oleh militer. Selaian itu di Patani (Thailand Selatan) juga terus menerus munculnya berbagai konflik dan belum ada titik akhir sampai sekarang.

Diskusi public ini terdiri dari beberapa orang pemateri yaitu Cahyo Pamungkas (Penelitian LIPI) yang menjelaskan mengenai sejarah konflik di Patani (Thailand Selatan) dan permasalahan dibelakangnya, M.Fikri Pido (Aktivis Kemanusiaan) menjelaskan mengenai peran masyarakat sipil Patani (Thailand Selatan) dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian, Tuandaniel Tuanbaerae (Lembaga Patani Raya Untuk Kedamaian dan Pembangunan) menjelaskan mengenai situasi dan kondisi semasa di Patani (Thailand Selatan).

Salah satu harapan yang dilontarkan oleh pemateri adalah masyarakt patani (Thailand Selatan) harus berani membicarakan apa yang terjadi di Patani (Thailand Selatan) sebenarnya dan apabila mahasiswa-mahasiswa Patani (Thailand Selatan) yang kuliah di Indonesia selesai, mereka harus pulang ke Patani (Thailand Selatan) untuk membangun perdamaian dan memperjuangan hak-hak mereka.

 

Oleh : Aiman bin Ahmad.
Aliansi GEMPITA.

 

Foto-foto acara diskusi public (29 Oktober 2016) :-

 

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

Leave a Reply

id Bahasa Indonesia
X