Genap 8 Tahun  Bangsa Melayu Patani Dibunuh Dalam Masjid

Turanisia – Patani – Pada 08 Juni 2009-2017, genap 8 tahun peristiwa penembakan dan pembunuan yang dilakukan oleh pihak tentera Thailand terhadap Bangsa Melayu Patani  yang sedang menunaikan ibadah solat Insya di sebuah Masjid, menyebabkan mangsa 13 cedera parah dan 11 maut ditempat kejadian, kejadian ini berlaku di kawasan Masjid Al-Furqon Air Payae Daerah Cho-airong Wilayah Narathiwat.

 

 

Pada hari inilah mayat-mayat berserakan dalam masjid itu yang di peringatkan. Apakah ada kesalahan bagi mereka menunaikan beribadah dalam masjid dan untuk mencari kebenaran yang hakiki, tetapi mengapa pihak tentera Thailand menaburkan peluru-peluru timah terhadap mereka yang tidak bersalah.

Apakah kekuasaan yang dimiliki bisa melakukan dengan sewenang-wenang dan sesuka hati, pantaskah pihak tetera Thailand melakukan perkara ini seperti “BINATANG” kepada Bangsa Melayu Patani.

Peristiwa ini terjadi setelah lima tahun terjadinya peristiwa penembakan dan pembunuhan didalam Masjid Kerisik Patani Tanjung Lulut Daerah Merang Wilayah Patani, pada (28 April 2004). Terjadi juga peristiwa pembantaian demontrasi damai dihadapan kantor polis Thailand Daerah Takbai Wilayah Narathiwat, pada (25 Oktober 20104.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 2004 jelas dilakukan oleh pihak tentera Thailand terhadap Bangsa Melayu Patani  sebagai “BINATANG” dengan tidak berperikemanusian, Perikeadilan dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Setiap kali tibanya tanggal 08 Juni, hati Bangsa Melayu Patani merasakan sayu dan sedih mengigatkan darah-darah saudara yang “Sebangsa dan Senasib” kita yang mengalih di dalam Masjid Al-Furqon Air Payae Daerah Cho-airong Wilayah Narathiwat, pada (08 juni 2009).

Dengan kesempatan ini bersama-samalah kita mencatat sejarah dan peristiwa-peristiwa yang di lakukan oleh pihak tentera Thailand terhadap Bangsa Melayu Patani didalam hati kita semua.

Sadar dan fikirkan bersama wahai saudara sebangsa dan senasib dengan ku, yaitu :-

  1. Apakah kita harus berdiam diri dan hanya melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi bergitu saja ?
  2. Apakah kita sanggup melihat rumah kita dimasuki oleh tamu-tamu yang tidak diundang ?
  3. Apakah kita sanggup dipanggil sebagai orang-orang yang pengecut di rumah kita sendiri ?

Mulai dari sekarang ini bukan saat untuk kita senyum manis dengan apa yang dilakukan oleh pihak tentera Thailand terhadap Bangsa Melayu Patani.

 

Penulis : Aiman bin Ahmad (Jurnalis MIN)

 

Artikel terkait

Genap 8 Tahun Bangsa Melayu Patani Dibunuh Dalam Masjid

Kekejaman Rezim Thailand terhadap Muslim Patani

Mahasiswa Patani Berkisah tentang Puasa di Indonesia 

Kisah Mahasiswa Rantau Asal Thailand di Bulan Ramadhan

Lima Kata, Pesan Gubernur NTB Untuk Mahasiswa Patani

History of Patani Struggle, Refleksi 1 Dekade Aksi Demonstrasi di Masjid Jamek Kota Patani
Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)