Kami bukan teroris, kami adalah mahasiswa

Turanisia.com – Berawal datang nya surat undangan dari mahasiswa Patani (selatan Thailand) untuk mengundang kami (Turanisia Media Group) hadir di acara buka puasa bersama dalam rangka mepererat tali persaudaraan Islam.

Acara itu sendiri adalah hasil dari program kerja organisasi mahasiswa Patani (selatan Thailand) yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah Bandung Di sela sela acara yaitu setelah magrib sambil menunggu waktu isya, kami sempat berdiskusi dengan salah satu mahasiswa Patani yang hadir saat itu. kami bertanya soal perkembangan organisasi Patani di Indonesia pada saat ini.

“Organisasi Patani di Indonesia, jika di tinjau secara umum bisa dikatakan berkembang pesat khususnya masalah memperluaskan jaringan antar organisasi kini bisa dikatakan sangat berhasil.”ujar Muhammad Bin Haji Abdullah

buka puasa
Masjid UIN Bandung Majlis buka puasa bersama : Turanisia Media Group

Semingu sebulum acara, media Thailand melaporkan .
ada sebagian dari mahasiswa Patani yang berpendidikan di luar negeri seperti Indonesia, Mesir, Pakistan dan Syria sebagai organisasi dengan gerakan separatisme yang mempunyai cita-cita memisahkan diri dari Thailand. thairat.co.th (16/06/2016)

 

thairat
foto dari : http://www.thairath.co.th/content/642556

Bagaimana tangapan anda terhadap isu ini ?

“ Sebenarnya itu adalah isu politik saja dan kami tidak terlalu fokus terhadap isu ini karena kita disini hanya datang untuk memenuhi ilmu sesuai diamanatkan oleh keluarga dan akan berbakti tanah air apabila selesai studi. kemungkinan dibalik media tersebut pemerintah Thailand ingin mengatasi pelajar yang mengunakan biaya mandiri berpaling menerima biaya atau beasiswa sebagai program yang disediakan pemeritah dalam bidang pendidikan.karena kami disini independen tanpa adanya intervensi pemerintah kami ke Indonesia dengan biaya sendiri”

Kenapa menolak biaya yang disediakan pemerintah?

“Saya tidak pernah menolak program itu, bahkan jauh sebelum kedatangan saya ke Indonesia sudah banyak saya mencari informasi program beasiswa dari pemerintah tetapi terlalu banyak persyaratan dan sulit untuk mendapatkan beasiswa tersebut, saya juga pernah mendengar dari seorang teman yang sekarang kuliah di Universitas Ahmad Dahlan Jakarta, dia mengunakan biaya pemerintah tetapi banyak yang merasa kecewa seperti masalah tidak lulus saat membuat visa izin tinggal seperti di persulit di tambah jika kita ikut program pemerintah otomatis semua kegiatan kita di atur pemerintah sedangkan kami disini hanya ingin mencari ilmu sesuai apa yang kami kehendaki dan masih banyak kekurangannya. Maka dari itulah alasan kenapa kami di sini kebanyakan mengunakan biaya sendiri.” Sebelum mengakhiri pembicaraannya.  Muhammad  menegaskan

” kami bukan teroris kami adalah mahasiswa bukan juga kelompok anarkis separatis.”

Penulis : Muhit Abdullatif

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia
X