Kasus Penyiksaan Warga Patani, Jaringan Masyarakat Selatan Mendesak Tentara Mengancam Terhadap Media

Turanisia, PATANI — Jaringan warga masyarakat sipil di Thailand bagian selatan, oleh Jaringan Sukarela Masyarakat Thepa Tolak Pembangkit Listrik Tenaga Batubara  mengirimkan mawar untuk “Manajer Media (MGR) di depan Kantor Kepolisian distrik Muang, provinsi Pattani, Senin (9/4/2018). Mereka mendesak pemerintah militer hentikan pembungkaman dan ancaman terhadap media.

Sementara itu, pihak Internal Security Operations Command (ISOC) bagian 4 melaporkan menggugat proses kasus yang memuat berita penyiksaan tersangka yang terjadi di markas tentara. Pada saat yang sama Pengadilan provinsi Yala dan Pengadilan provinsi Pattani juga terjadwalkan akan penyilidikan (interogasi darurat) setelah mendapat pihak keluarga korban tahanan menggugat untuk tentara Thailand hentikan penyiksaan.

Meliput Kasus Penyiksaan di Penjara Markas Tentara, Wartawan MGR Online diadu

Wartawan tempatan melaporkan sekitar pukul 10.00 di Kantor Kepolisian distrik Muang, provinsi Pattani, bahwa Piyacot Intraniwas (Pimpinan Pusat Wartawan Hat Yai) -Jaringan Manajer NEWS1 untuk menjumpai dengan Letkol.

Anirut Krainara, wakil Inspektur Penyelidikan Kepolisian Muang Pattani, mengikut surat panggilan kali ke 3 sebagai pelaku yang terlibat dengan kasus memanajer website (MGR Online) dilaporkan oleh Jend. Hanphol Pechmuang, komandan tentara 43 provinsi Pattani yang mengambil-alih kekuasaan sementara daripada direktur ISOC bagian 4 dengan melaporkan keluhannya pada tanggal 9 Februari yang lalu, atas memfitnahkan melalui sebuah propaganda.

Dalam perjumpaannya kali ini, Piyacot juga bersama Kritsada Khunnarong (pengacara) dan Chaiyong Manirungskul, Presiden Asosiasi Surat Kabar Thailand, sekaligus juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Surat Kabar Selatan Thailand.

Demikian itu, mereka langsung untuk menjumpai dengan petugas penyelidikan di ruang interogasi, lantai 1. Dengan adanya Jend. Kirti Yusog (Direktur Kepolisian Muang Pattani) dan Letkol. Thanad Khramkhruan (wakil Direktur) sebagai pengawas dan fasilitator sebelum menuju kepada proses penyelidikan dengan menggunakan waktu selama sekitar 2 jam.

“Selepas ini juga akan melaporkan pemberitahuan terhadap komandan, juga meminta perhatian bagi pihak kami dapat bekerja jika ada kelanjutan bagaimana itu, kami akan menghubungi lagi, pihak kami menegaskan bahwa petugas kepolisian bekerja dengan secara lugas,” kata Letkol. Thanad setelah melakukan penyelidikan saksi mulut dengan Piyacot.

 

Jaringan Sukarela Masyarakat Thepa Aksi Mendukung Wartawan

Sebelum ini, saat Piyacot sedang memasuk ruang penyelidikan itu untuk memberi saksi dengan pihak petugas kepolisian ternyatanya itu terdapat sejumlah perwakilan dari Jaringan warga masyarakat sipil di Thailand selatan bersama Jaringan Sukarela Masyarakat Thepa Tolak Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dengan beberapa orang untuk memberikan bunga mawar di depan kantor kepolisian tersebut, untuk menyemangatkan kepada wartawan MGR sebagai media yang efektif dan berpihak kepada masyarakat selama ini.

Menurut Sopinah Haji-de, perwakilan Jaringan Sukarela Masyarakat Thepa Tolak Pembangkit Listrik Tenaga Batubara mengatakan bahwa peribadi dan warga masyarakat Thepa sekitar 20 orang bersama kunjungan kali ini, untuk memberikan dukungan dengan bunga mawar kepada Piyacot bagi menyemangatkannya mereka,

Ia menambahkan bahwa Pihaknya juga ingin mengirimkan semangat ini untuk para wartawan MGR disebabkan selama ini mereka senantiasa berpihak kepada masyarakat, dan masyarakat tidak menerima dengan tindakan oleh petugas pemerintah (pasukan angkatan tentara bagian 4) yang melaporkan mengugatan proses kasus dengan media massa karena selama ini pemberitaan menyebarkan mengenai permasalahan yang masyarakat mengalami penderitaan berkelanjutan.

“Penderitaan yang masyarakat mengalami, Manajer Media juga melaporkan hal yang sama sesuai dengan fakta, ungkapan kebenaran, hentikan pembungkaman terhadap media, biarkan mereka bekerja mencerminkan dari permasalahan warga supaya orang luar dapat mengetahui dan pemerintah perlu menggunakan waktu untuk menyelesaikan permasalahan lain yang menjadi masalah atau suatu kejahatan yang masih banyak lainnya,” pungkas Sopinah.

 

Keluarga korban tahanan warga Patani, Mendakwa Pencabutan Putusan Tahanan

Wartawan melaporkan tambahan bahwa sebagian kasus yang pihak petugas ISOC bagian 4 melaporkan menggugat proses kasus dengan wartawan MGR online itu, pada Senin (9/4/2018) yang lalu, pihak petugas penyelidikan kantor Kepolisian Muang Pattani telah melakukan penyelidikan terhadap Piyacot sebagai saksi tetapi belum ada yang melaporkan tuduhan dan sebagainya.

Wartawan juga melaporkan ada sesuatu yang patut diamati bahwa tragedi yang Piyacot sebagai wartawan MGR menjumpai petugas penyelidikan di Kantor Kepolisian Muang Pattani sebagaimana mengikut surat panggilan pada hari itu.

Pengadilan provinsi Yala menjadwalkan untuk penyelidikan darurat pada pukul 09.00 hari tersebeut, karena pihak keluarga korban tahanan di markas tentara itu, Muhammad Aidee Samo. Mereka mendakwa untuk pencabutan putusan tahanan yang menurut undang-undang darurat administrasi negeri dalam keadaan darurat dengan alasan bahwa ada penyiksaan (kontak fisik).

Demikian itu, pada hari selanjutnya pengadilan sudah membebaskan Muhammad Aidee Samo, pada Selasa (10/4/2018) kemarin, dakwaan keluarga korban tahanan putusan dibebaskan karena tidak bisa panjang masa tahanan di bawah undang- undang darurat Militer.

Sementara itu, pengacara dan keluarga korban mengajukan surat petisi kepada Pengadilan provinsi Yala atas kasus penyiksaan selama dipertahan dalam markas tentara. demikian ditolak oleh pengadilan dengan alasan bahwa petugas tentara melakukan tindakan di bawah undang-undag darurat militer dan pihak terdakwa tidak mengumpulkan bukti terhadap kasus tersebut.

Sedangkan juru bicara petugas ISOC bagian 4 dalam pernyataannya bahwa tidak pernah ada penyiksaan terjadi di markas tentara.

 

Hentikan Intimidasi dan Ancaman terhadap Media dan Warga Masyarakat

Selain itu, Chaiyong Manirungskul, presiden Asosiasi  Surat Kabar Thailand dan Asosiasi Surat Kabat Selatan Thailand telah juga mengemukakan pernyataannya dan juga menyebarkan surat dokumen di sekitar depan Kantor Kepolisian Muang Pattani hari ini,

Dalam dokumen tersebut dituliskan bahwa petugas ISOC bagian 4, Jend. Hanphol Pechmuang sebagai yang mengambil-alih kekuasaan sementara daripada Direktur ISOC bagian 4 dalam proses melaporkan Aduan kepada Kepolisian Muang Pattani untuk proses kasus dengan manajer website (MGR Online) sebagai media yang memfitnahkan melalui sebuah propaganda pada 9 Februari 2018, yang melaporkan berita bahwa ada penyiksaan terhadap tahanan di markas tentara.

Selanjutnya pihak Kepolisian Muang Pattani dapat mengeluarkan surat panggilan untuk Piyacot (Pimpinan Pusat Wartawan Hat Yai) sebagai pelaku yang terlibat dengan kasus tersebut untuk memberikan saksi terhadap petugas kepolisian sampai 3 kali, terjadwalkan terbaru ini untuk Piyacot menghadirinya pada Senin 9 April 2018 pukul 10.00 waktu tempatan.

Bahkan itu pada hari dan waktu yang berturut-turut juga ada pemberita bahwa petugas ISOC bagian 4 belum melaporkan terhadap petugas Kepolisian Muang Pattani untuk proses kasus dengan Redaktur TV (Thai PBS) sebagai media pers yang sama, dan dalam menuduhkan terkait dengan kasus melaporkan berita bahwa ada penyiksaan tahanan di markas tentara dalam bentuk yang sama.

Menurut Chaiyong mengatakan ada suatu yang patut diamati setiap kali pihak Direktur ISOC bagian 4 menyerahkan kuasanya kepada tentara untuk melaporkan proses kasus terhadap media massa bahkan juga terhadap penduduk masyarakat sering menampilkan dan melaporkan berita untuk mempengaruhi media pers setiap cabang membikin berita secara ketat, tidak hanya itu setiap kali media melaporkan hanya berpihak bagi tentara terhadap petugas polisi.

Tidak hanya sekadar itu, Ia mengatakan jika ada berita muncul dari media pers atau media online terkait dengan persoalan penyiksaan tahanan di markas tentara, di wilayah perbatasan Thailand. Bahkan setiap kali juga ada para dewan tentara bertindak sebagai juru bicara petugas ISOC bagian 4 untuk memberikan pernyataan berbagainya, sehingga pernah menuduhkan terhadap jaringan warga masyarakat sipil dan masyarakat awam yang bergerak dalam hal ini bahwa mereka ini yang melampaui batas. Jika media pers juga disebut bahwa berita hoax dan sebagainya.

 

Demikian ini maka membuat masyarakat dapat memahami bahwa biarpun penyiksaan korban tahanan di markas tentara adalah kejadian benar atau tidak? Namun yang pasukan tentara melakukan sepertinya ingin mengintimidasi terhadap media berbagai cabang, termasuk masyarakat yang terlibat itu merasa takut sampai tidak berani untuk melaporkan berita atau memberikan informasi apa pun terkait persoalan ini. tegasnya

Maka itu Asosiasi Surat Kabar Thailand atau Asosiasi Surat Kabar Selatan Thailand menuntut terhadap petugas ISOC bagian 4 dan tentara angkatan darat (AD), hentikan mengintimidasi terhadap media massa dan warga masyarakat tersebut.

Ia menegaskan bahwa jika ingin melakukan proses kasus, baik media pers maupun masyarakat. Sepertinya ini biarkan proses peradilan sebagai yang membuktikan dan memutuskan dalam permasalahan ini. Dan meminta pemerintah serta dewan National Council for Peace and Order (NCPO) yang mengambil persoalan ini menjadikan sebagai agenda penting yang akan melaporkan untuk masyarakat tahu selanjutnya. Dengan sadar sebagai petugas media pers masyarakat./red;AM Faton, ed:Johan Lamidin

Sumber : TUNAS Online

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)