Kenangan Makan Malam di Restoran Megah di Wilayah Konflik, Patani

Kenangan Empat Tahun Lalu (2015) Makan Malam di Restoran Megah di Wilayah Konflik, Patani, Selatan Thailand

Memang kelihatannya damai dan tentram, saya sempat makan malam di Kota (Meuang) Patani ( 2015), di sebuah Restoran cukup megah, makanannya sangat enak khas Patani.

Namun, di luar itu, setiap hari saya senantiasa menyaksikan peristiwa penembakan dan pemboman di beberapa wilayah, Rajia oleh tentara Siam terhadap kaum muslim yang dianggap pemberontak.

Kadang-kadang Pondok Pesantren dan Sekolah Islam menjadi sasaran penggeledahan Tentara Thailand.Sungguh menegangkan, karena bagi orang Indonesia itu tidak biasa.

Indonesia adalah negara yang sangat aman dibandingkan beberapa negara lainnya di dunia. Orang bicara bebas di negeri ini, asal sesuai tata aturan, bebas mengeluarkan pendapat.

Penggeledahan dan penangkapan terhadap santri di Patani terjadi kembali. Pada tanggal 27 Januari, Malam, Pondok al-Falah di Daerah Mayor, Non Cik, Patani, telah digeledah pasukan Tentara Hitam Thailand.

Pondok yang dipimpin oleh Kiai Haji (Babo) Saudi Lokmeng (59tahun) tersebut didakwa sebagai pondok tempat melatih para pejuang kemerdekaan Patani.

Padahal anak-anak santri yang rata-rata berusia antara 13 sd 17 tahun itu tidak tahu menahu. Mereka dikira sedang latihan fisik, padahal sedang main-main selepas ngaji kitab.

Sebanyak 25 santri berumur belasan tahun itu ditelikung dan dibawa ke Kem Militer di Wilayah Patani. Peristiwa tersebut mendapat reaksi keras di kalangan muslim Melayu di empat wilayah (Narathiwat, Patani, Songkla, dan Yala).

Semoga perdamaian di Tanah Patani segera terwujud.

Artikel asli telah diposting melalui facebook Asep Achmad Hidayat

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)