Konflik selatan Thailand isu global

Hasil penelitian dari Universitas tempatan, konflik Patani masih menjadi isu pembebasan walaupun konflik ini titambah dengan hal-hal terbaru.

Seperti dilansir oleh Sinarharian.com.my, 24 April 2016, salah satu Media Malaysia “Masalahnya masih sama, iaitu dominasi kuasa ke atas orang Melayu Islam Patani (OMIP) yang masih diutamakan oleh pemerintah sehingga menimbulkan juga isu-isu lain.”

Konflik Patani bukan baru, bahkan mulai dari 1786 M.  Patani dikuasai Siam. Namun hal tersebut muncul ketidakpuasan bagi rakyat Patani sehingga menuju kepintu gerbang kekerisihan yang tidak menunjukan penemuan usainya.

Kebentrokan antar etnis yang menjadi kesulitan mencari solusi. Konflik Patani atau Selatan Thailand semakin berkembang karena yang bertanggung jawab memilih selera dalam mencari jalan penyelesaian bahkan banyak muncul pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia.

Gerakan pembebasan Patani sering digunakan istilah yang membawa negatif  “Penjahat selatan” ini yang menunjukan media Thailand berperanan tanpa keadilan apabila dilaporkan media mereka.

Istilah “Gerakan pemisah atau Pengganas selatan” bukan istilah yang tepat, ini mencerminkan kecenderungan media, Panggilan itu sengaja direka oleh pemerintah Thailand untuk memberi gambaran negatif terhadap pejuang Patani.

Kita harus memandang ini sebagai isu global, sama seperti isu Palestin dan Syria. malah, isu ini berkaitan negara tetangga kita. Semangat  patriotisme dan heroisme perlu dicontohi. Berbagai ujian dan halangan yang mereka tempuhi, ratusan saudara seperjuangan mereka telah terkorban dan ratusan daripada mereka juga ada yang cedera parah, ditahan dan dipenjara, ada juga antara mereka yang terpaksa meninggalkan keluarga harta-benda dan kampung halaman mereka.

Apa yang mengagumkan kita adalah semangat mereka untuk melindungi bangsa sendiri yang tidak pernah surut, dengan penuh rasa tanggungjawab terhadap penderitaan rakyat, mereka sanggup berdiri di barisan hadapan untuk membawa rakyat mereka menuju ke pintu gerbang Patani merdeka.

Kita sebagai rakyat Indonesia harus mencontohi dan mengambil iktibar dari peristiwa ini, dan bersedia dengan sebarang kemungkinan yang berlaku. “Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan penipuan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri”. Kata-kata Sokarno ini jelas menunjukkan pembebasan sebuah bangsa dari pejajahan haruslah diunkapkan.
Editor : Faizun Ibni Husen
Sumber : Sinarharian.com.my

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

Leave a Reply

id Bahasa Indonesia
X