Kritik Terhadap Gerakan Proses Perdamaian Patani Kontemporer

Penulis: Tuwaedaniya Tuwaemaengae adalah Direktur Lembaga Patani Raya untuk Kedamaian dan Pembangunan (LEMPAR) Diterjemah: Muhammad Awae, aktivis mahasiswa Patani di UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.

Turanisia.com – Pada saat ini, istilah kata “Damai” masih menjual dengan berbagai harga. Tetapi tentu saja, jika dalam dimensi sebagai seorang pejuang yang memiliki ideologinya jelas untuk tujuan sesuatu. Namun masyarakat awam tampak akan sulit dalam memahaminya, harga perdamaian bagi mereka adalah harus menggantikan dengan nyawa sahaja. Sedangkan dalam dimensi sebagai seorang aktivis lainnya juga harus bertanya kepada dirinya sendiri bahwa perdamaian yang diinginkan itu sepadan yang harus menggantikan dengan bagaimanakah?

Jika dalam persepktif individu, istilah kata damai itu tidak bisa dihindarkan ketika seseorang dapat menempati faktor-faktor kunci dalam kehidupannya, sehingga mereka dapat menikmati hidup bahagia serta bisa berbagi kebahagiaan itu pula kepada orang lain.
Sedangkan faktor-faktor penting tersebut sebagiannya juga tergantung dengan objek tertentu, sebagian lainnya juga tergantung dengan kebahagiaan hati nurani seseorang.


Demikian itu kebahagiaan atas seorang individu juga masih tidak menjamin jika hanya memiliki langkah-langkah untuk menempati faktor kebahagiaan sahaja tetapi tidak ada langkah-langkah lain untuk menjaga dan melindungi kejahatan dan sebagainya.

Fenomena salah satu keluarga yang mempunyai seorang bapak, ibu, anak, dan neneknya yang tinggal di sebuah rumah diatas tanah yang ia miliki. Mereka dapat memasak bahkan menikmati makanan buah-buahan serta daging untuk hidup dan berdagang. Keluarga ini juga memilih pekerjaannya sebagai petani di tanah yang ia miliki supaya tidak harus meninggal rumah untuk sebuah pekerjaan di luar agar dapat menjaga anggota keluarganya yang penuh kasih sayang serta bisa menjamin kehidupan dan harta mereka di tanah kelahirannya. Mereka ini juga harus memiliki senjata untuk melindungi dirinya dari kejahatan yang akan terjadi perampasan tanah, rumah, sapi, kambing, dan buah-buahan lainnya.

Hal senada juga jika didalam tingkat kehidupan sosial masyarakat yang terdiri dengan ratusan, beribuan, puluhan, bahkan sampai jutaan keluarga akan meraih kebahagiaan itu dengan seharusnya ada langkah-langkah untuk menempati faktor bagi kebahagiaan dan langkah-langkah dalam menjagakannya, sehingga pada langkah-langkah untuk melindungi dari kejahatan yang akan menghancurkan faktor kebahagiaan itu.

Demikian juga situasi kerusuhan yang masih bergolak di wilayah sempadan selatan Thailand atau Patani yang memiliki masa depan bagi masyarakat tempatan sebagai pertarungan
sampai saat ini juga terjadi gerakan proses perdamaian secara resmi sejak tahun 2013 hingga sekarang ini sudah usia 5 tahun lamanya.

Gerakan proses perdamaian di Thailand bagian selatan atau Patani saat ini mengalami kegagalan dengan alasan selama ini bahwa akan menjaminkan kebahagiaan, perubahan hidup yang lebih baik bagi pendudukan masyarakat tempatan. Namun sampai saat ini juga masih tidak ada sesuatu yang jelas selain daripada kata “Daerah Aman/Safety Zone) di tengah realita yang masih dalam bergejolak konflik bersenjata antara pasukan pemerintah Thailand dan pasukan pergerakan untuk kemerdekaa Patani.

Sebenarnya istilah kata damai daripada orang masyarakat awam pada umumnya yang diinginkan adalah “hidup bahagia” yang berdasarkan daripada langkah-langkah yang menempati faktor bagi kebahagiaan bercampur dengan berbagai faktor lainnya yang berbeda daripada sebagian besar Negara lain mungkin dapat dikategorikan dalam beberapa faktor yaitu agama, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.

Sedangkan jika hanya memiliki langkah-langkah yang menempati faktor bagi kebahagiaan saja juga tidak cukup disebabkan dunia nyata tidak sesuai dengan mimpi harapan yang diinginkan oleh orang banyak.

Maka itu untuk menjawab persoalan kebahagiaan sejatinya di sebuah kehidupan masyarakat seharusnya memiliki langkah-langkah dalam menjaga faktor kebahagiaan dan langkah-langkah untuk melindungi kejahatan yang akan menghancurkan faktor kebahagiaan itu.

Sebenarnya ketiga uraian dari langkah-langkah yang tersebut di atas, bagi pasangan perundingan pemerintah Thailand dalam proses perdamaian juga bisa memberikan pejelasanya secara lebih terperinci dengan tidak jauh daripada harapan banyak pihak lainnya.

Namun jika masih tidak boleh menjelaskan atau ingin memberitahukan tetapi pemerintah Thailand tidak mau mendengarkannya mungkin disebabkan terkait dengan status kebenaran sebagai perwakilan daripada masyarakat tempatan dari pasangan perundingan pemerintah Thailand masih tidak ada kepercayaan keraguan yang belum ada sesuatu yang dapat membuktikannya.

Jawaban ini, para dewan perundingan pihak pemerintah Thailand dan pihak MARA Patani yaitu Majelis Amanah Rakyat Patani atau Majelis Syura Patani mereka juga tahu, dan mereka yang lebih tahu lagi tentang keadaan sebenarnya tidak bisa dihindarkan daripada warga masyarakat tempatan itu sendiri.

Jika melihat segi kebijakannya, baik pemerintah Thailand maupun MARA Patani dalam proses perundingan damai ini, mereka masing-masing juga tidak ada siapa yang tidak melakukan dengan alasan untuk kepentingan rakyat. Tetapi dalam cara berproses
melakukan itu semua yang masih belum tampak dengan jelas bahwa ada terkait dengan kemauan kedudukan rakyat.

Kendati itu, gerakan melakukan untuk kepentingan umum tetapi tidak terkait dengan kebutuhan rakyat umum itu sendiri. Demikian hal tersebut mungkin dapat disebut bahwa adalah gerakan dari atas turun ke bawah saja sehingga membutuhkan partisipasi penentuan daripada masyarakat.

Jika menjadi seperti ini sebenarnya, tujuan dari gerakan proses damai dalam bentuk ini tentu akan mencerminkan dapat melihat hingga maksud yang tidak mengharapkan untuk menjawab persoalan kebutuhan utama daripada masyarakat.

Maka sudah sampai saatnya atau belum pihak yang berkuasa dalam menentukan gerakan sebagaimana yang menjadi prinsip tertinggi keuatamanya untuk kepentingan rakyat pada dasarnya harus dipertimbangkan gerakan proses perdamaian yang sedang berjalan ini agar terkait dengan fakta kenyataan dan keadilan dengan rakyat atau mungkin dapat disebutkan bahwa gerakan proses perdamaian dari pangkalan bawah yaitu pendudukan masyarakat awam pada umumnya berpasrtisipasi dalam menentukan nasib diri mereka sendiri. Oleh karena jikalau tujuan perdamaian di wilayah sempadan selatan Thailand atau Patani itu adalah rakyat yang sebenarnya.

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)