Memahami Situasi Media Terhadap Kerusuhan Patani, Dan Pemahaman Terhadap Status “Syafi’i Basa”

Turanisia.com – Laporan ini ditulis oleh Zahri Chelong (Koresponden Radio Media Selatan)

Tepat yang berita melaporkan berpulang ke rahmatullah Mantan Kepala Sekolah Thamvitya Mulniti School, Patani Tengah “Almarhum Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman” tanggal 14 Januari 2017 oleh Lembaga Media Wartani yang merupakan sebuah media lokal Patani yang membintangi bahwa “keluarganya menegaskan, Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman berpulang ke rahmatullah dalam keadaan damai”.

Masing-masing media memberikan informasi atas kematian pria ini ke arah yang sama adalah kematian “Mantan Kepala Barisan Revolusi Nasional Melayu Patani (BRN)” (dilaporkan media Thairath) atau “Andalan” (dilaporkan media Matichon) “Presiden BRN” (dilaporkan media Dailynews ,Bangkok) dan “Kepala Gerakan BRN” (dilaporkan Kabar Harian).

Kematian Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman berdasarkan laporan berita dan sebuah wawancara pejabat pemerintah yang berkaitan dengan proses perundingan damai berdampak yang signifikan terhadap proses perdamaian yang sedang berlangsung. Media Thai Pos, menggambarkan bahwa ” Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman ” telah meninggal akan membuat ‘Gerakan BRN’ tersinggung dengan tujuan mendirikan negara sendiri Patani Merdeka“.

Jenderal Aksara Keodpol, adalah perwakilan dalam perundingan damai pihak pemerintah Thailand memberi wawancara kepada media bahwa hal ini akan menjadi baik terhadap proses perundingan damai di Thailand selatan. Aksara menambahkan bahwa perundingan damai dijadwalkan untuk menentukan ke arah “Daerah Aman”. Dan perundingan untuk menemukan jalan diberhentikan di sini dapat menarik masyarakat untuk bekerja sama pada tahun 2017 mungkin akan dilihat keadaan lebih tenang lagi.

Pandangan dari media terhadap kasus Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman tidak berbeda dengan banyak cerita yang muncul melalui laporan media yang merupakan pusat di Bangkok itu adalah yang mencerminkan interpretasi kepada pihak Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman di mata pemerintah dia adalah orang yang pejabat pemerintah memberikan status sebagai presiden atau pimpinan senior BRN, dianggap memiliki pasukan yang mengadakan perlawanan dengan pihak berwewenang (pemerintah Thai) yang mayoritas pada saat ini di Thailand selatan. Dia seorang pemerintah mencari-cari (penangkapan) dan dia terpaksa melarikan diri ke negara Malaysia hingga kembali ke rahmatullah di sana pada tanggal 10 Januari lalu dengan usia 81 tahun.

Apabila memandang bahwa Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman dianggap sebagai presiden Barisan Revolusi Nasional Melayu Patani maka pasti bahwa kematiannya akan dianalisis terhadap roda gerakan perlawanan dari BRN akan menjadi masalah dan mungkin akan berdampak baik bagi proses perundingan damai.

Sementara pihak pemerintah Thailand dan media sendiri menggambarkan Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman sepertinya, banyak penduduk setempat membaca berita dirasakan yang sebaliknya. Selain itu, banyak suara yang bergema melalui media sosial menyatakan rasa kecemasan atas dikritisi berita dan penyaji media cara seperti itu menjadikan wacana dari pemerintah secara berpihak. Dan tuduhan terhadap seseorang yang memiliki ide-ide politik yang berbeda dari pemerintah. Sehingga membuat banyak orang menjadi tidak sopan terhadap orang yang mereka sangat menghormati.

Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman adalah seorang ustaz sebagai Mantan Kepala Sekolah Thamvitaya Munniti merupakan salah satu sekolah tertua telah menghasilkan alumni-alumni yang banyak. Beliau seorang guru besar yang membuatnya diberikan kehormatan tinggi dan rasa terhormat kasih sayang dari murid dan para alumninya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara terus terang dan kualitas sebagai seorang guru, membuatnya seperti pemimpin kharismatik kalangan orang masyarakat banyak.

Bagi masyarakat muslim Melayu Patani di Thailand selatan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip agama dan moral dalam kehidupan yang dia mengajar untuk orang memiliki moralitas tinggi  yang membuat dirinya telah diakui. Penghormatan dari masyarakat sosial terhadap Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman memiliki sifat luar biasa telah mengakibatkan terjadinya perselisihan konflik ideologi bagi orang-orang yang percaya pada dirinya bahwa tuduhan yang belum melihat bukti itu akan menjadi benar bagaimana, dan informasi hanya berpihak begitu saja.

Penulis mengutip suara yang telah bergema melalui media sosial. Sejauh mana yang penulis dapat mengumpulkan adalah pada berikut ini:

“Dalam pandangan kami – yang pernah belajar dengan beliau, pernah dipeluk tenang ketika kami nakal, kita tak percaya bahwa beliau seperti dituduhkan itu terutama dalam pandangan yang pesimis, beliau adalah hanya satu-satunya guru yang kasih sayang terhadap muridnya cinta keadilan dan salah satu seorang pendidik yang progresif di kalangan masyarakat Melayu Patani di Thailand selatah”

“Hari guru… atau hari lain-lain…ustaz akan tetap berada bersama kita selamanya, karena kita adalah lulusan Thamvitaya Mulniti”.

“Bagi kami, Tuan Guru adalah ustaz sebagai teladan baik dan akan tetap demikian selamanya, Ya”.

“Ketika kami di kelas 3 SMP dulu, kami tidak memiliki ruangan untuk belajar (karena ruang tidak cukup, siswa ruang lap 1 dengan lap 2 harus mengikuti pembelajaran di ruang komputer), tetapi belajar hanya beberapa hari kemudian siswa di ruang lap 2 harus berpindah ke ruang musyawarah kecil gedung paling depan. Ketika itu, ingatlah bahwa beliau mendatangi setiap hari, selalu bertanya bisa belajar dengan baik tidak? Sulit tidak? Dan setiap kali, beliau menyenangkan dirinya diwakili sebagai Ayah”

“Alhamdulillah, ketika ‘Sukan Warna Sekolah’ dapat berfoto bersama dengan beliau ‘Ayah Ku’ sangat senang dengan antrian. Beliau adalah seorang yang murah hati, lucu, tetapi beliau emosi tinggi kebanyakan siswa tidak akan berani melakukan kontak mata, itu kira-kira beliau belum melakukan apa-apa sama sekali lagi, hanya melewati di dekat sampingnya begitu saja, beliau dikenankan dalam memori selamanya”.

“Ayah saya pernah menceritakan bahwa beliau adalah seorang yang dihormati siswanya paling banyak, dia adalah kepala sekolah yang tidak ketinggian diri (egois) dan berjalan mengutip sampah-sampah di kawasan sekolah yang tidak ada guru lain yang melebihi seperti dia”.

“Beliau adalah seorang yang mengerikan, memiliki karakter dalam kepemimpinan tinggi, gambar yang tak pernah lupa adalah dipanggilnya saat diberikan peringatan tentang pakaian menghadapi satu persatu didepannya, hati saya seperti ingin keluar, tapi yang beliau tegur itu untuk muridnya tidak siapa pun, dan menjadi seorang yang membuat siswanya menjadi kesatuan bersama ketika melarikan diri melalui bangunan dalam waktu kurang dari lima menit hanya beliau berjalan melihat siswanya yang keluar sebelum masa, menjadi gambar yang masih kegigihan”.

Posting seperti ini adalah suara gema yang halus yang keluar dari orang-orang setempat terhadap seorang yang mereka hormati yang bernama ” Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman”.

Bahkan pengumuman dari alumni pelajar Thamvitaya Mulniti mengundang alumni dan masyarakat umumnya untuk bersama dalam majlis solat ghaib pada senin (16/1/2017) lalu di Sekolah Thamvitya Mulniti Patani Tengah. Alumni dan para jamaah umumnya datang dalam majlis itu berjumlah banyak.

Bahkan lebih dari itu lagi, surat dari Kantor Majlis Agama Islam Provinsi Pa(t)tani atau lebih dikenal Majlis Pa(t)tani oleh Abdulrahman Mamingji sebagai Ketua Majlis, prihal mengundang solat ghaib, dari Majlis Pa(t)tani dapat dikoordinasikan oleh keluarga Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman sehubungan status yang beliau pernah menjadi imam masjid Telaga Sembilan, Tempat 4, Kecamatan Mok Mawi, Kabupaten Jarang, Provinsi Pa(t)tani ditentukan untuk solat ghaib pada selasa (17/1/2017) pukul 10.00 di Masjid Telaga Sembilan. Termasuk juga yang diminta bekerja sama dari Persatuan Iman Provinsi Pa(t)tani melakukan koordinasi kepada imam-imam dalam daerah di setiap kabupaten untuk bersama solat ghaib dengan perwakilan dari setiap masjid berjumah 10 orang yang merupakan suatu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini karena di provinsi Pa(t)tani memiliki masjid paling terbanyak di negara Thailand dengan jumlah sekitar 700 tempat masjid yang terdaftar dengan Kantor Majlis Agama Islam Provinsi Pa(t)tani.

Yang Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman harus melarikan diri dari proses kasus dan mendiami diri di negara Malaysia tidak konfirmasi soal tuduhan resmi. Namun, dengan situasi di Thailand selatan. Hal ini ternyata menjadi sesuatu yang membuat orang lebih banyak mempertanyakan karena masalah ini berkeyakinan akan berdampak terhadap proses keadilan itu telah muncul lama di kawasan Thailand selatan. Sementara di tempat negara lain baru ini adakan pertanyaan terkait fenomena kejadian pada krisis politik oleh kelompok oposisi baju Kuning-Merah tidak lama ini, ketika beberapa orang harus lari ke luar negeri, beberapa orang juga harus berjuang dalam kasus menjadi berita hampir setiap hari kejadiannya.

Sedangkan persepsi masyarakat di Thailand selatan terhadap status gerakan BRN masih tidak jelas. Dari berita terhadap beberapa kasus menyebutkan gerakan BRN adalah gerakan yang bukan satu pimpinan.

Peneliti telah menganalisis terhadap masalah itu, dia mengungkapkan bahwa rahasia BRN dalam gerakan sangat tinggi meskipun anggotanya masih tidak diketahui nama pimpinan tertinggi hingga ke tingkat pimpinan mereka. Kerahasiaan BRN merupakan prioritas tinggi dari pimpinan gerakan yang tidak membuka namanya.

Maka hal ini dapat dilihat sampel yang sebelumnya telah membuka perwakilan dari gerakan BRN yang berpartisipasi dalam perundigan damai baik di bawah pemerintah lama maupun baru, itu adanya masalah yang membuat orang-orang di daerah yang tidak percaya selama ini bahwa identitas mereka yang sesungguhya.

Keyakinan dari pemerintahan Thailand dan masyarakat bagian lain dalam hal yang berkaitan dengan Thailand selatan. Jadi sering menimbulkan arus pemikiran orang setempat yang tampaknya akan berada dalam keadaan yang sebenarnya lebih kompleks.

Jangan hanya katakan posisi “Presiden BRN” ada atau tidaknya masih menjadi hal dipertanyakan.

Dan pihak yang dicuriga hal ini menyebabkan kesimpulan tidak dapat menjadi hal yang Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman adalah Presiden BRN sehingga membuat berita dan media utama lainnya yang mainstream disajikan keluar dan dipandang tidak terlalu berat selama yang pernah di mata orang banyak di setempat.

Aspek lain, mencerminkan fakta bahwa Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman adalah Mantan Kepala Sekolah Thamvitaya Mulniti. Sekolah yang dikena awasi oleh pemerintah status yang telah tersangka terhadap kepala yang mendukung kepada gerakan perlawanan multiplayer dan menjadi fakta yang mencerminkan diduga selamanya dari anggota sekolah Thamvitaya.

Sementara fakta lain yang mengungkapkan bahwa Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman terpaksa melarikan diri ke Malaysia sampai berakhir hidupnya menjadi hal menyedihkan dalam beberapa hal lain persoalan keadilan yang tercermin berkali-kali di kawasan ini.

Sementara hal yang semua orang harus lebih banyak dan menjadi fakta yang terbukti jelas di mata mereka adalah guru sebagai ustaz yang sangat dihormati hampir dapat disebut sebagai pemimpin kharisma boleh dikatakan. Dapat dilihat fenomena berkumpulnya siswa untuk solat ghaib atas Al-Marhum Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman.

Tentunya saja, bahwa ketika gambaran berita ini muncul keluar masyarakat publik di sebagian negara luar. Hal ini menjadi bertentangan dengan perasaan mereka juga. Namun, karena menjadi kesenjangan informasi tidak pernah dijelaskan sebelumnya.

Masyarakat tidak mengakui Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman yang sepertinya masyarakat Patani di Thailand selatan kenalnya. Sementara dipertanyakan berkaitan dengan gerakan BRN sebagai gerakan seperti apa sebenarnya pun tidak pernah ada yang ingin mencoba untuk menemukan jawaban di luar daripada penjelasan dari pihak yang lain kepada masing-masing orang diketahui terhadap penduduk masyarakat di Thailand selatan. Sepertinya bersama dengan yang lain-lain, pemahaman yang berbeda mengenai Tuan Guru Haji Syafi’i bin Haji Abdulrahman juga akan terus ada berikutnya.

Translator : Abu Muhammad Faton

Sumber : www.deepsouthwatch.org

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)