Militer Thailand Mengeksekusi Mati 3 Warga Patani

Patani – Setelah dilansir berita atas peristiwa kontak senjeta diantara tentara Thailand dengan angkatan bersenjata revolusi Patani yang mengakibatkan tiga jiwa tersungkur ditempat.

Kejadian ini berlokasi di sebuah gunung Tambon Bongor Distrik Range provinsi Narathiwat. Diantara tiga warga Patani yang meninggal adalah Ma’nasea Samae (27), Hafeezee Ma’dao (24), Budiman Mali (26).

Selang beberapa waktu berderetan muncul informasi yang baru dari masyarakat setempat bahwa berita sebelumnya sangat menyimpang dengan fakta di lapangan,

“yang meninggal itu bukan seperti dilaporkan, mereka adalah warga setempat yang bekerja sebagai penebang kayu di gunung”. Kutipan dari salah satu akun “Pa’ Tee Tee” dalam postingan di media soial.

Kepala Militer Region 4 (ISOC 4) kemudian berminta maaf terhadap kesalahan yang langsung menjatuhkan eksekusi mati atas tiga warga tersebut karena menganggap sebagai kelompok bersenjata revolusi Patani, sementara masyarakat Patani makin bertambah persoalan dengan tindakan militer Thailand seperti ini.

Laporan media pertama kali mengatakan terdapat dua senjata api di lokasi kejadian salah satunya berlaras panjang AK47 dan pistol, kemudian informasi dibantah oleh masyarakat dan berharap pemerintah Thailand jujur dalam memberikan informasi, warga setempat sangat kenal dengan tiga korban tersebut dan mereka tidak pernah terlibat dalam organisasi militan Patani.

Peristiwa seperti ini bukan kali pertama, semenjak Patani dianeksasi ke bagian wilayah Thailand kerap kali warga sipil ditembak dan diletakan senjata di sampingnya kemudian militer Thailand merekayasa opini seolah terjadi pertempuran.

Pemerintah Thailand sangat tahu nilai positif akan bertambah kepada gerakan revolusi Patani dan terpeliharanya konflik merupakan salah satu cara mengalirkan anggaran dana kepada satuan militernya.

Comments
id Bahasa Indonesia