Patani (Selatan Thailand) Lebih Tertarik Belajar Islam di Indonesia

Turanisia.com – JUMLAH mahasiswa yang berasal dari Patani (Selatan Thailand) di Per­guruan Tinggi Agama Islam di Indonesia semakin hari semakin meningkat.

Dulunya hanya di beberapa kota besar seperti Jakarta, Jogyakarta, dan Riau, tetapi sekarang su­dah menyebar ke beberapa perguruan Tinggi lain seperti UII Jogyakarta, UIN Aceh, IAIN Palembang, IAIN Padang, dan UIN Malang,Bandung. Bukan hanya jumlah daerah dan Perguruan Tingginya bertambah, tetapi jumlah mahasiswanya pun bertambah. Mereka memilih Indonesia karena selain relatif dekat dan murah, juga dinilai Studi Islam di In­donesia lebih komperhensif dan moderat.

Pimpi­nan komunitas muslim Thailand setiap tahun se­lalu berkonsultasi dengan Kementerian Agama tentang urusan penentuan awal Ramadhan dan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Selatan Thailand dan Indonesia memiliki banyak per­samaan, di antaranya sama-sama diapit benua Australia, China, dan India. Sejarah panjang masuknya Islam di Asia Tenggara, Thailand merupakan tempat persinggahan para penye­bar Islam ke Nusantara, baik yang datang dari Timur Tengah maupun melalui India.

Selatan Thailand  adalah wilayah yang amat penting di dalam sejarah Islam di Asia Tenggara. Se­bagian besar penduduk Thailand beragama Budha dan Islam di sana termasuk kelompok agama minoritas sebagaimana halnya Kristen, Katoloik, Konghucu, dan Hindu.

Islam di Thailand mengalami perkembangan pesat. Islam adalah agama minoritas terbe­sar di sana, melampaui agama-agama minori­tas lainnya. Selatan Thailand yang ibu kotan­ya Pattani dihuni oleh etnik melayu-muslim.

Di Thailand Selatan sering terjadi konflik perlawanan diantara pergerakan kemerdekaan Patani dengan Pemerintah, karena secara geografis Thailand Selatan tetap bagian dari kepemilikan hak orang muslim Patani, karena secara komunitas muslim mayoritas mendiami wilayah ini. Ser­ingkali ada kebijakan pemerintah pusat yang di­anggap tidak adil bagi warga Patani (Selatan Thailand)  yang mayoritas beragama Islam.

Terlebih set­elah kerajaan melayu dihapuskan pada tahun 1902, masyarakat melayu dalam keadaan san­gat tertekan. Khususnya pada pemerintahan Pibul Songgram (1939-1944), orang-orang me­layu-muslim sering merasa didiskriminasikan oleh pemerintah Thailand yang didukung oleh mayoritas Budha. Hingga saat ini masyarakat muslim Patani (Pattani sekarang) masih sering merasa ada per­lakuan diskriminatif, meskipun selalu dibantah oleh pemerintahnya. Dekade terakhir ini posisi politik umat Islam di sana mengalami perlakuan lebih wajar ketimbang sebelumnya.

Populasi muslim di Patani  yang disebut negeri jajahan Thailand ini, meliputi Provinsi Pattani 80%, Yala 68,9%, Narathiwat, Satun 67,8% juga Songkhla. Semula Thailand masih menjadi satu wilayah kekuasaan di bawah kepemimpinan kerajaan Patani Raya hingga abad ke-12. Keadaan berubah setelah Kera­jaan Sukhotai berdiri. Di Kerajaan ini banyak umat Islam merasakan berbagai tekanan. Na­mun demikian, Thailand yang terkenal sebagai negeri Budha, sekarang Kerajaan mulai mem­beri dukungan terhadap pertumbuhan dan ke­hidupan umat Islam karena kebijakan yang dulu dianggap kalah dalam urusan politik.

Tanggung jawab urusan agama Islam di Thailand dipegang oleh se­orang mufti yang memperoleh gelar Syaikhul Islam (Chularajmontree). Mufti ini ada di bawah Kementerian Dalam Negeri serta juga Kemen­terian Pendidikan serta bertanggungjawab terhadap raja. Mufti bertugas untuk mengatur kebijakan yang bersangkutan dengan kehidupan muslim, sep­erti penentuan awal serta akhir bulan Hijriyah. Jumlah kaum muslimin di Thailand mencapai 4.6% dengan statistik terbaru sekitar 4 juta dari total 65 juta jiwa. Kini Islam di Thailand menjadi agama mayoritas kedua setelah Buddha.

Masjid di Thailand

Jumlah masjid di Thailand belum ada statis­tik terbaru menjelaskannya. Hanya data lama Kantor Statistik Nasional Thailand pada tahun 2007, jumlah masjid sebanyak 3.494 buah, be­lum diperoleh kejelasan apakah angka ini ter­masuk juga mushala atau tidak. Umumnya umat Islam Thailand beraliran sunni (99%) dan selebihnya Syi’ah (1%). Proses masuknya Is­lam di Thailand dimulai sejak Kerajaan Siam mengakui sisi Kerajaan Patani Raya yang bi­asa disebut Patani Darussalam.

By : Faizun Ibni Husen

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)