Peduli Kemanusiaan, Jaminan Hidup adalah Kewajiban Negara

Bandung – Sejumlah mahasiswa Bandung gelar aksi solidaritas dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui nyanyian di kawasan Car Free Day dago-Bandung. 05/01/20.

Penyelengaraan kali ini terdorong dari beberapa peristiwa pembunuhan di Thailand selatan yang hingga kini belum memastikan jaminan hidup tehadap Melayu Muslim di negara gajah putih itu.

Salah satu mahasiswa mengatakan tujuan dari kegiatan adalah memberikan informasi ketidakadilan di belahan dunia seperti Rohingya di Myanmar, Uigur di China dan Patani di Thailand selatan.

“Peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia tidak hanya yang kita ketahui, masih ada di sekitar kita yang sangat dekat yaitu pelanggaran terhadap Muslim di Patani dan perlu kita membuka mata karena pelanggaran HAM masih berlangsung di sana.” Muhit Abdullatif.

Semenjak 2004 konflik bersenjata antar gerilyawan Patani dengan pemerintah Thailand sudah menelan korban sebanyak 7.000 nyawa dan tercatat beberapa kasus yang jelas pelakunya adalah militer Thailand.

Tragedi Pembantaian Takbai 2004, pembunuhan sekeluarga 9 orang 2005, penembakan muslim dalam masjid ketika solat 2009, tragedi pembunuhan 3 anak Belukar perak 2014, penembakan pedagang ikan 2019, kasus Abdullah penyiksaan saat Interogasi 2019 dan tragedi Anae pembunuhan 3 warga, Narathiwat (2019)

Ini hanya sebagian kecil sebagai jeritan rakyat Patani menuntut agar pemerintah menuntaskan proses hukum terhadap pelaku, karena kerap kali peristiwa diselimut dengan ganti rugi seolah nyawa rakyat bisa dibeli dengan bayaran sangat kecil.

“Jaminan hidup bagi rakyat merupakan kewajiban negara yang harus dipenuhi jika pemerintah melindungi pelaku pembunuhan maka hukum negara berpihak dan tajam kebawah saja.” Pungkas Faiz Putra.

Penanggulangan kekerasan yang diupayakan Thailand selama ini tidak berhasil malah menambah pelanggaran HAM berskala luas, hal ini akan memelihara konflik tetap melanda terus menerus di Patani. Jika Thailand tidak memiliki prioritas dalam memberantaskan konflik, maka dunia harus bercampur tangan mencari solusi menuju gerbang perdamaian di Patani. Tutupnya.

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

Leave a Reply

id Bahasa Indonesia
X