Pemuda Patani Indonesia, Menggelar Diskusi Publik “HAM Dan Damai Patani”

Ikatan Pemuda Patani Se-Indonesia (IPPI), menyelenggarakan acara diskusi publik yang dihadiri oleh rekan-rekan pemuda Indonesia diselenggarakan di Ruang Rapat, Lantai II, Gedung Rektorat Lama, Kampus Islam Negeri Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Rabu, 21 September 2016, Pukul 09.30 WIB. Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Patani Se-Indonesia (IPPI) ini, menegaskan bahwa (IPPI) atau Ikatan Pemuda Patani Se-Indonesia sebagai salah satunya organisasi berpolitik oleh basis mahasiswa dan pemuda-pemuda Patani lain yang berada di wilayah negara Republik Indonesia. Acara berlangsungnya dengan dihadiri oleh para-para tamu undangan adalah rekan-rekan pemuda Indonesia untuk berpartisipasi sama-sama dalam memperingati Hari Perdamaian Internasional di tahun 2016 ini (International Day of Peace ‘16).

Berbagai peristiwa terjadinya di Patani, Thailand Selatan telah berlangsung dan isu-isu pelanggaran HAM semakin meningkat yang sampai saat ini masih belum menemukan titik penyelesaian kerusushan tersebut. Sebagai salah satunya umat manusia di belahan dunia ini, khususnya bagi penduduk bangsa Patani mereka cinta akan kedamaian yang benar-benar terwujudnya perdamaian yang hakiki di tanah leluhur mereka di Patani.

Dan di selama isu pergolokan di wilayah Thailand Selatan ini terus berlangsung sejak munculnya perang bersenjata antara pejuang menuntut hak kemerdekaan bangsa Patani terhadap pemerintah negara Thailand di tahun 2004 pekan lalu, dan sampai saat ini penduduk bangsa Patani tidak dirasakan hidup yang aman, damai dan sejahtera masyarakat di sana.

Acara diskusi ini, dilangsungkan mula dengan sama-sama para hadirin dan tamu undangan untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian acara dilanjutkan sesuai dengan agenda dan susunan acara dengan sebuah persembahan puisi selanjutnya oleh seorang penyair muda Patani, saudara Mahroso Doloh dengan berjudul “KEDAMAIAN YANG DIRINDUKAN” dan dia juga merupakan seorang penulis buku diantara karyanya adalah Kumpulan Sajak Kiblat Cinta.

Kemudian yang selanjutnya, yaitu sebagai inti penyelenggara acara diskusi ini dengan ketiga orang pemuda Patani yaitu Abdulsalam Sa-i, Mahroso Doloh, dan Fakhrullah Salaeh adalah bertiga mahasiswa berasal Patani yang kini mereka sedang melanjutkan studi di Republik Indonesia sebagai pembicara dalam forum diskusi ini dengan tema “HAM Dan Damai Patani”.

Di dalam diskusi tersebut, setelah ketiga orang pembicara mengisi penyampaiannya itu. Dan dibuka kesempatan untuk bertanya dan berbagai masukan serta solusi terhadap isu proses penyelesaian serta berbagai solusi yang dianjurkan oleh rekan-rekan pemuda Indonesia maupun para hadirin tamu undangan lainnya agar terwujudnya perdamaian Patani sesuai dengan cita-cita harapan besar bagi penduduk bangsa Patani di setelah mereka alami penderitaan selama dekade ini.

“Saya berpikir hari ini menjadi momentum, waktu 21 September 2016 di mana hari perdamaian dunia, dan saya mengharapkan bahwasanya perdamaian ini adalah perdamaian berdasarkan oleh semua pihak termasuk salah satunya Patani, dan kita sama-sama mengharapkan bahwa Patani sebuah bangsa berdaulat bisa merasakan kemakmurannya, bisa merasakan kesejahteraannya, bisa merasakan kemerdekaannya dan itu adanya pada sebuah di negeri di Patani itu semua”. Ujar Najamul Wathan, berasal Aceh Darussalam kini sedang di bangku perkuliahan di Jurusan Pemikiran Pendidikan Islam, mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain itu, di akhiri acara diskusi publik ini, oleh Ikatan Pemuda Patani Se-Indonesia untuk membaca deklarasi dalam rangka memperingati Perdamaian Internasional (International Day of Peace) di tahun 2016 ini.

Berikutnya adalah teks pembacaan deklarasi oleh Ikatan Pemuda Patani Se-Indonesia (IPPI).

Deklarasi Damai Patani

Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Intenasional (International Day of Peace). Bahwa Kami Ikatan Pemuda Patani se-Indonesia menegaskan bahwa perang di Patani harus proses perdamaian melalui dengan mekanisme level Internasional. Untuk menjawab cita-cita masyarakat Patani. Oleh karena itu, kami Ikatan Pemuda Patani se-Indonesia (IPPI), adalah organisasi berpolitik oleh basis mahasiswa dan pemuda Patani akan mengikuti prinsip partisipasi dari rakyat Indonesia, mohon bekerjasama seluruh sektor lapisan rakyat dan masyarakat internasional, sebagai proses untuk melindungi hak-hak di berikut ini;

1. Mohon kerjasama pada sektor kewarganegaraan Indonesia dan masyarakat internasional yang mencintai perdamaian dan demokrasi, bersama – sama mengdorongkan masalah konflik di Patani supaya menjadi agenda rakyat Patani sebagai agenda PBB atau agenda Internasional.

2. Mohon kerjasama sektor kewarganegaraan Indonesia dan masyarakat internasional, bersama-sama mendorongkan untuk menciptakan sebuah badan “pengadilan Hak Asasi Manusia di Asia Tenggara” untuk kesatuan dalam mekanisme dalam mencegah pelanggaran HAM.

3. Mohon kerjasama sector kewarganegaraan Indonesia dan masyarakat internasional bersama-sama mengamati dan mengawasi pelanggaran HAM dan hak berpolitik akibatnya, terancam stabilitas keamanan dan perdamaian dunia

Penulis : Abu Muhammad Faton

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)