Perdamaian Patani Akan Terwujud, Jika Pemerintah Melakukan Hal Ini

Turanisia.com – Patani merupakan wilayah yang sarat dengan konflik vertikal. Bersamaan dengan transisi politik, semua persoalan yang dihambat atau ditekan pasca revolusi Thailand dari Siam tahun 1932 M. Walaupun sebelumnya Patani sudah beberapa kali menghadapi peperangan dengan Siam setelah Patani ditakluk sebagai wilayah bagiannya.

Ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah ini, tiba-tiba menemukan metode penyalurannya secara kekerasan fisik dalam bentuk amok, dan konflik komunal.

Belakangan ini,  kecenderungan menguatnya terjadi kekerasan di kalangan rakyat sendiri sehingga muncul kesimpulan bahwa kekerasan yang berlarutan ini, adalah hasil reproduksi secara beterusan melalui proses intemalisasi pengalaman kognitif, setelah pada periode sebelumnya kekerasan lebih didominasi oleh kekerasan negara (state-violence) yang dilakukan secara rapi dan sistemik, melalui institusi-institusi kekerasan. Maka, wajar saja jika sampai saat ini, berbagai bentuk kekerasan terjadi di berbagai level masyarakat secara menerus sehingga mempermudah terjadinya letupan konflik vertikal maupun horizontal.

Maka konflik kekerasan bukan hal yang gampang menguraikan akar persoalan secara tuntas, karena konflik sudah meliputi berbagai aspek kehidupan, baik konflik vertikal maupun konflik horizontal, Namun ada baiknya muncul semangat kebersamaan menekan dan berharap pemerintah membuka ruang berpendapat terhadap persoalan ketidakpuasan rakyat.

Konflik kekerasan di Patani sudah diupaya melalui proses berkali-kali, hingga kini menghabiskan anggaran pemerintah dari 2004-2017 tidak kurang dari 400 milyar Bath (sekitar Rp.165 Triliun) Belum termasuk jumlah imbalan aparat keamanan. Namun kedamain diharapkan hanya sebuah topeng.

Negara yang menerapkan sistem demokrasi seperti Thailand. Seharusnya mempunyai agenda untuk rakyat menentukan nasib hidupnya di masa depan sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman bukan hanya semata-semata memanipulasi politik agar menjaga kestabilan kelompok tertentu.

Perdamaian Patani bukan hal mustahil, hanya rakyat membutuhkan pengakuan dan kehormatan sebagai bangsa yang mempunyai kesetaraan nilai kemanusiaan.

(Putra Patani)

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia