PERMATAMAS Menyiapkan Aksi Besar di Masjid Jami’ Patani

Turanisia.com – Hatyai – Koordinator Persekutuan Rakyat Mempertahankan Hak Masyarakat dan Sumber Daya Alam Untuk Kedamaian (PERMATAMAS), Direk Hemnakhon menegaskan kepada pemerintah Junta Prayuth Chan-Ocha, Pardana Menteri Thailand, bahwa jika pemerintah tidak mengakhiri dengan proyek Pembangkitan Listrik Batubara (PLTU) di daerah Tepha, provinsi Songkla dan provinsi Krabi, Thailand selatan. Akan mengada aksi protes secara besar di Masjid Jami’ Pat(t)ani, setelah tiada keputusan umum dari pemerintahnya, Direk juga mengatakan bahwa akan mengumpulkan massa dari organisasi masyrakat dan jaringan yang lain untuk ikut aksi bersama. Jum’at (17/2).

Kebijakan PLTU Batubara, di daerah Tepha, provisnsi Songkla, provinsi Kra’bi, dan provinsi lain di Thailand selatan, sebagai kebijakan didorong oleh pemerintah Thailand. Hal ini, batubara akan berdampak sangat buruk untuk masyarakat. Tidak ada alasan untuk memilih batubara ketika energi terbarukan yang bersih saat ini dapat dikembangkan  dan sangat memungkinkan. Batubara tidak akan pernah bersih.

Sementara itu, Menurut masyarakat tempatan di daerah Tepha, menegaskan protes terhadap proyek tersebut. Dilansir Greenpeace.org, bahwa masyarakat mengatakan “Batubara bisa menjadi energi bersih ketika anjing bisa terbang”. Mereka mengatakan, ”Kami memiliki buah-buahan yang cukup, kami mempunyai ikan yang banyak untuk dimakan. Kami tidak miskin. Perusahaan PLTU Batubara itu mengatakan kepada kami bahwa mereka akan memberikan pembangunan untuk masyarakat tetapi itu tidak benar, saat ini kami sudah berkecukupan”.

PEMATAMAS dan jaringan organisasi masyarakat yang lain di provinsi Thailan selatan termasuk warga-warga dari provinsi Pat(t)ani, Yala, Narathiwat, Songkla, dan Setul mendesak dengan turun aksi bersama untuk protes proyek tersebut. Menurut Mr.Direk, mengatakan jika pemerintah masih memberikan persetujuan untuk melanjutkan PLTU Batubara di Tepha, Krabi dan tempat yang lainnya. Masyarakat seluruh Thailand Selatan akan bergerak aksi menentang ketidakadilan.

“Jika pemerintah menyetujui proyeknya. Kami dan masyarakat jaringan akan aksi secara besar di masjid Jami’ di Pattani. Dalam seminggu, kami akan mengumpulkan massa untuk menyuara dan menentang ketidakadilan. Kami akan gerakan bersama untuk melindungi rakyat,” ujar Direk, dilansir oleh managernews.

Menurut Direk bahwa pemerintah jangan meremehkan suara rakyat, khususnya rakyat Thailand selatan. “ Kami Rakyat Selatan, khususnya 4 provinsi. Justeru dialami ketidakadilan sejak lama, mohon pemerintah meninjau kembali keputusannya dengan hati-hati. Jangan menjadi PLTU ini, sebagai alat penindasan rakyat,” ujar Direk, selaku keordinator PEMATAMAS.

#NO COAL
#GREENPEACE
#SAVE PATANISIA

Sumber (BT); http://manager.co.th/South/ViewNews.aspx?NewsID=9600000016637

Oleh; Abu Lamiddin

Comments

Aksi Mahasiswa

Diaspora

id Bahasa Indonesia