Prihatin Warga Indonesia Bebaskan Mahasiswa Patani di Ibu Kota Bangkok

Turanisia.com – “Kami terasa khawatir mendengar kabar tentang penangkapan sewenang-wenang terhadap mahasiswa-mahasiswa Patani yang ditahan di ibu kota Bangkok,” kata mahasiswa Indonesia di Yogyakarta, Kamis (20/10).

Selama ini Thailand Selatan dikenal sebagai basis pejuang kemerdekaan yang menuntut hak pertuanan bangsa Patani di negara itu. Penangkapan terhadap mahasiswa-mahasiswa Patani yang berada di kota Bangkok terjadi sebelum meninggalnya Raja Bhumibol, pada Kamis (13/10/2016) Pekan lalu.

Mahasiswa Patani di Indonesia, Muhammad, menyatakan keprihatinan mereka tentang penangkapan sewenang-wenang terhadap kawan-kawannya yang berada di kota Bangkok. hal itu menurutnya khawatir akan menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

Sejak tanggal 10-12 dan 15-20 Oktober terjadinya penangkapan secara brutal terhadap mahasiswa-mahasiswa Muslim Thailand selatan yang berada di kota Bangkok. Hingga ke hari ini tersebar berita lebih dari 50 mahasiswa yang ditangkap aparat keamanan. Namun informasi yang didapat belum secara lengkap karena dari pihak aparat sendiri membungkam segala fakta tentang penangkapan tersebut. Mereka dituduh bagi persiapan melakukan kekerasan genap 12 tahun peristiwa pembantaian Tak Bai 2004 lalu, situs berita Turanisia melaporkan Jum’at (14/10).

Hal itu, telah meluaskan informasi sampai kepada masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat internasional setelah banyak berita-berita yang tersiarkan di media sosial, terutama dikalangan para mahasiswa hingga sampai kepada masyarakat sipil. Maka itu, keprihatinan warga Indonesia sendiri terasa khawatir dengan penangkapan sewenang-wenang dalam bentuk ketegangan yang dilakukan pihak keamanan nasional Thailand terhadap mahasiswa Muslim dari Thailand selatan di kota Bangkok.

Dengan kerjasama mahasiswa Patani dan Indonesia, mereka terus berkomunikasi dengan yang berada di wilayah-wilayah lain, seperti kota Bandung, Jakarta, Solo, Perwokerto, Semarang, Tulungagung dan Jember. Sehingga mereka dapat menyatukan suara mahasiswa dengan warga Indonesia untuk berprihatin terhadap teman-teman Patani yang ditangkap pihak keamanan Thailand.

Prihatin kami kepada masyarakat Thailand selatan atau Patani bukan lagi hanya dalam bentuk dari perbedaan suku dan ras akan tetapi kita sangat memprihatikan nilai-nilai kemanusiaan yangdiperlakukan aparat keamanan Thailand tiada sasaran yang jelas, lemahnya informasi intel sehingga teman-teman kita tertangkap lebih dari 50 orang tanpa sebaran bukti yang salah, maka tuntutan kami untuk bebaskan mahasiswa Patani di kota Bangkok” tambahnya mahasiswa Indonesia.

Dibawah koleksi foto-foto yang terdapat dari beberapa wilayah di Indonesia, kampanye mahasiswa dan masyarakat berprihatin dengan mengangkat label bertulisan kata-kata “Bebaskan Mahasiswa Patani di Bangkok”.

Foto >>>

รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ: รูปภาพ:

By Abu Muhammad Faton

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)