Propaganda Name Calling di Selatan Thailand

Patani – Propaganda sudah menjadi kebiasaan dalam situasi perlawanan bahkan bisa dianggap sebagai alat utama dalam mempengaruhi sasaran sesuai keinginan sang propagandis.

Kondisi perlawan selatan Thailand tidak lepas dari aktivitas propaganda semejak kejatuhan kesultanan melayu Patani di bawah kekuasaan Siam (Kini Thailand) tahun 1785 M. Seiring perkembangan zaman siklus propaganda selalu berputar.

Patani diupayakan menjadi sebagai teritorial tanpa nama dan disembunyikan, tetapi rakyat Patani tidak berdiam diri begitu saja terhadap kejatuhan tanah airnya, mereka bangkit melawan habis habisan untuk merebut kebebasan.

Perlawanan kedua pihak memicu perang informasi merebut kepentingan dengan berbagai cara, namun kekuatan dan pengaruh informasi  selalu dimiliki dari pihak yang lebih kuat. Rakyat Patani sentiasa menjadi mangsa tuduhan dan tidak berdaya untuk bekata kebenaran.

Propaganda “Name Calling” terjadi secara rutin, sang propagandis melaporkan informasi mengaitkan tokoh kredibilitas tertentu dengan nilai-nilai negatif supaya terjadi perpisahan dan hilang pengaruh tokoh tersebut dalam masyarakat.

Tidak cukup itu, sasaran propaganda bahkan dilabel sebagai anggota BRN, Barisan Revolusi Nasional, kini dipercaya sebagai gerakan paling berpengaruh disana.

Jika sasaran propaganda dituju kepada orang tertentu, akhirnya akan menyebabkan sasaran tersebut dikejar kepenjara dengan tidak memerlukan data dan fakta tambahan, cukup dengan operasi informasi saja.

Perlawanan merebut keadilan dan kebebasan tetap tersembunyi di balik kekuatan propaganda rezim penguasa.

Putra Patani

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)