Proyek Jangka Panjang Thailand di Patani

Yala – Pemeriksaan dan pengumpulan DNA bagi warga yang tidak memiliki tanda kependudukan oleh Southern Border Province Administration Center (SBPAC), Yala, Thailand, 29/02/2020.

Sekretaris SBPAC Somkiat Polprayun mendakwa, proyek ini merupakan upaya pemerintah Thailand terhadap pengangkatan taraf penduduk yang tidak mempunyai kewargaan negara yang jelas.

Laporan Yala Today menyatakan, lebih dari 300 orang terlibat dalam proyek kali ini, sementara target pencapaian pada 2020 yang diupaya pemerintah sebanyak 541 orang di 5 provinsi paling selatan, meliputi provinsi Pattani, Narathiwat, Yala, Songkhla dan Setul. Pemeriksaan dilakukan sebelum mereka mendapat kartu tanda penduduk sebagai warga negara Thailand. 

Dalam laporan Internasional Crisis Group (ICG), daerah paling selatan di negara Thailand merupakan bekas negeri Melayu Muslim, kemudian menjadi taklukan Thailand pada 1909 melalui perjanjian dengan British kala itu.

Menurut lembaga pengamatan, Deep South Watch. Wilayah tersebut kembali dilanda konflik bersenjata oleh etnis melayu pada 2004 hingga sekarang, konflik sudah memakan korban mencapai lebih 7.000 nyawa, dalam jumlah tersebut melibatkan warga sipil, pegawai pemerintah, dan anak kecil.

Proses perdamaian wilayah tersebut mulai ditanda tangani secara resmi di antara Barisan Revolusi Nasional (BRN) dengan Pemerintah Thailand dan Malaysia merupakan fasilitator pada 2013 di Kuala Lumpur.

Belakang ini, muncul kembali pernyataan dalam rangka pengukuhan proses dialog seperti dilansirkan oleh media Malaysia, Astro Awani pada 20/01/2020. Dalam pernyataan BRN kemudian menjadi sorotan media Thailand bahwa BRN adalah gerakan yang paling berpengaruh di lapangan, proses dialog akan datang merupakan pilihan yang tepat bagi pemerintah Thailand.*/Putra Patani

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)