Puisi Semangat Juang Anak Rantau

Aku dengan Pena hitam ini nama Anak Rantau …


 Selembar Kertas Tumpuan Imajinasi hati
 Meski Terkadang air mata Berurai Membasahi …
 Begitu pahit hidup yang harus di Lewati …
 Bagaikan berjalan dibara Api tanpa alas kaki
 Panas udaranya mencekik sampai ke Lubuk hati
 Begitu Nasibku Anak Rantau,
 Yang kepedihan datang silih Berganti…
 
 Bertahun-tahun sudah hidup di rantau Orang
 Rela Tinggalkan Kampung Halaman dari negeri yang seribu persoalan
 Rela jauh dari Kasih Sayang kedua Orang tuaku
 Rela Jauh dari Saudara-saudaraku,
 Yang kini mereka sedang jatuh menderita…
 Hanya untuk mencari sebongkah Ilmu
 
 Sekarang aku berada di sini,
 Namun masyarakatku di sana mereka hidup penuh tantangan dan bahaya di depan mata
 Seakan dikelilingi pasukan berseragam lengkap senapan dan alat peperangan …
 
 Takut-takut …!
 Soalah merajalela ke atas saudaraku
 Suasana yang begitu gelap masyarakat menjadi buta
 Namun itu tak rasa takut sampai di dalam jiwa ….
 Rasa takut harus berubah menjadi kekuatan yang nyata
 Semangat Juang harus bangkit semula …
 
 Ayohai Anak Rantau …
 Mari kita siap-siapkan siaga
 Mengejar memperbanyakan Ilmu pengetahuan
 Meskipun hinaan dan caci maki yang di dengar dari berita
 Namun itu Tak menjadi penghalang dalam berlayar
 Karena kehinaan menjadi Aku seorang yang tegar
 Karena caci maki menjadi Aku Orang yang sabar
 Untuk menempuhi perjalanan hidup menuju kejayaan,
 Masyarakat Melayu Patani itu harapan dan tujuan Terakhir Hidupku

Abu Muhammad Faton , 05 Nov 2016

Comments

Aksi Mahasiswa

Diaspora