Ratusan Remaja Muslimah Patani Gelar Aksi Persatuan Umat

Turanisia – PATANI— Selalu ada kehebatan di tengah-tengah Negara konflik. Tanpa disadari atau tidaknya, selalu ada pula mereka yang tak suka dengan kekuatan dan kerukunan umat bersatu atas dasar bangsa. Tetapi, lihatlah apa yang dilakukan sejumlah Pemudi Muslimah di Patani (Thailand selatan).

Ratusan wanita berbaju kurung (Pakaian khas wanita melayu) menggelar aksi damai di depan Masjid tertua “Masjid Sulthan Muzaffar Syah” atau dikenal masjid “Krisek” yang terletak di kota provinsi Pattani, selatan Thailand, Sabtu (08/06/19). Mereka menyeru terhadap para remaja muslimah untuk selalu menjaga kesatuan dan kerukunan, dan melestarikan budaya bangsa agar kekuatan pemudi segera kembali di Patani.

Setelah 15 tahun konflik di Patani bergejolak, banyak umat muslim diintimidasi sehingga ada yang terbunuh, para wanita janda akibat suaminya dibunuh dan dipenjara, karena menuntut hak pertuanan bangsa melayu Patani di negeri gajah putih.

Hal tersebut menyebabkan tidak ada remaja yang berani untuk mengenakan pakain ciri khas budaya sendiri. Karena akan dicurigai oleh aparat pemerintah Thailand sebagai kelompok orang melayu yang ingin memisahkan diri dari Thailand.

Momen hari raya Idulfitri 1440 H. Para remaja Muslimah yang dipelopori oleh aliansi Persatuan Pemudi Patani ini memutuskan menggelar aksi damai atau disebut “Meeting Pemudi Patani” yang bertema “Melestarikan Budaya Bangsa Memperkuatkan Tiang Negara”. dalam rangka menunjukkan rasa cinta mereka kepada sesama saudara sebangsa.

Saudari Aminah Alimama, selaku koordinator aksi ini, mengungkapkan bahwa aksi ini Dimaksudkan untuk Kumpulkan remaja Muslimah di 3 provinsi selatan Thailand sebagai kali pertama.

“Aksi ini, sebenarnya kegiatan yang sudah lama dipikirkan untuk mempersatukan wanita Muslimah, tetapi setiap kali saya dilewati begitu saja, karena saya masih tidak bisa melakukannya”. Ujar Aminah dilansir http://spmcnews.com sabtu, (08/06/2018).

Setelah Aminah mengadakan pertemuan antara jaringan wanita yang ingin mengadakan hal yang sama, maka digabung dalam satu kelompok. “tujuan dari acara ini adalah untuk melestarikan tradisi melayu Patani khususnya pakain ciri khas yaitu baju kurung”. kata Aminah.

Aksi kali ini, mereka tidak berpikir akan banyak dari anak muda yang akan mengikut serta. Awalnya mereka hanya target tidak lebih dari 200 orang, tetapi hari ini, hampir seribu orang pemudi Patani yang hadir untuk bergabung dalam acara tersebut.


Aminah menyebut bahwa, “aksi ini sebagai tugas pemuda dan pemudi Melayu Patani. Kalau bukan anak muda siapa lagi yang akan melakukannya dan harus mulai hari ini untuk generasi terakhir mewarisi selamanya”. tutur Ketua Koordinator aksi.

Aksi ini mendapat respons positif dari warganet dan masyarakat Patani. Viralnya foto-foto tersebut menggambarkan kekuatan dan keharmonisan umat berbangsa Melayu di negara berjuluk “Negeri Gajah Putih” yang tidak pernah dijajah itu.

Inisiatiaf kegiatan ini mendapat pujian dari berbagai kalangan. Apalagi orang-orang tua yang pernah menghadapi masa kekejaman yang sangat parah yaitu semasa perdana menteri Plaek Phibunsongkhram, sebagai menteri ketiga Thailand, sangat tinggi eskalasi kebencian dan kekerasan terhadap umat Melayu Islam Patani di masa pemerintahannya.*/Hamsyari

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)