SEMARANG PEDULI TRAGEDI TAKBAI (SELATAN THAILAND)

SEMARANG – Pada Sabtu 29 Oktober 2016 pukul 08.00 WIB. Forum Publik 12 Tahun Peristiwa Takbai yang diselenggarakan oleh hasil kerjasama dari dua oraganisasi, yaitu Organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) di Indonesia (PMIPTI) dan Himpunan Mahasiswa Patani (Selatan Thaland) di Indonesia (HMPI), yang sekaligus juga didukung oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Aula I lantai II Kampus I  UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah Indonesia.

Adapun tujuannya adalah untuk mengsosialisasi dan mencari solusi agar dapat mewujudkan kedamaian di Patani, (Selatan Thailand) sebagaimana di wilayah tersebut sedang mengalami pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan ketidakadilan antara pemerintah terhadap masyarakat Melayu Islam Patani (Selatan Thailand). Hal itu menjadi punca berlakunya berbagai konflik di wilayah Selatan Thailand, sehingga banyak masyarakat sipil terkorban.

Acara demkian, tidak hanya di Semarang. Namun diadakan juga di beberapa kota lain di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan di bebera wilayah Thailand seperti di Pattani, Yala, Narathiwat dan Bangkok. Sementara itu, juga menjadi kegiatan rutinitas tahunan bagi masyarakat Melayu Islam Patani.

Salah satu peristiwa yang tidak dapat dilupakan oleh masyarakat Melayu Islam Patani (Selatan Thailand) adalah peristiwa pembantaian terhadap para demonstrasi yang berkumpul meminta keadilan di Balai Polisi Takbai, provinsi Narathiwat pada 25 Oktober 2004 lalu. Pada peristiwa itu, mengakibatkan 85 jiwa terkorban, 51 orang sakit parah, dan 1,280 orang yang ditahan oleh militer. Selaian itu, di Patani (Selatan Thailand) juga terus menerus munculnya berbagai konfilik dan belum ada titik akhir sampai sekarang.

Pemateri dalam forum tersebut, terdiri dari Fakhrullah Sholeh (Mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga), Abdulsalam Sa-i, S.Pd. (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan UNY), Rizky Putra Edry, S.H. (Pengabdi Bantuan Hukum LBH Semarang) dan dimoderatori oleh Mahroso Doloh, S.Pd. (Mahasiswa Magister Pend.Bahasa dan Sastra Indonesia UNY). Sementara itu, diberi masukan juga oleh Prof.Dr.KH.Abdul Hadi, M.A. (Dosen Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang).

Salah satu harapan yang dilontarkan oleh pemateri adalah “Dengan adanya acara ini,  diharapkan dapat menjadi sebuah peringatan dan sebuah perenungan bagi pemerintah Thailand untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bertindak terhadap mesyarakatnya, supaya peristiwa-peristiwa kekerasan tidak berulang kembali di Patani (Selatan Thailand). Sementara itu, disarankan juga kepada mesyarakat Melayu Islam Patani untuk berani dalam berbicara dan memberi informasi kepada mesyarakat Indonesia dan juga kepada masyarakat Dunia Internasional berkaitan dengan apa yang mereka inginkan dan apa yang sedang berlaku di Patani (Selatan Thailand) saat ini. Bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia sekaligus juga dunia internasional perlu mengetahui bahwa masyarakat di Patani (Selatan Thailand) saat ini, tidak dapat bergantung kepada mekanisme-mekanisme pemerintah Thailand secara total karena mekanisme pemerintahnya memiliki masalah, seperti memiliki sifat pesimis terhadap masyarakat Melayu Islam Patani (Thailand). Peserta dalam acara tersebut berjumlah sekitar 200 orang meliputi mahasiawa, dosen dan maysarakat umum.

Comments

Aksi Mahasiswa

Diaspora