Sosial Distancing Bukan Berarti Mengisolasi Diri Dan Menghiraukan Lingkungan Sekitar

Turanisia.com – Seluruh dunia hari ini sedang di gemparkan dengan Wabah Virus baru yang telah menelan banyak korban jiwa. Mungkin hari ini teman-teman sudah tidak asing dengan nama virus tersebut. Corona atau yg biasa di singkat Covid 19 telah di resmikan oleh WHO sebagai Wabah Pandemi. Sudah banyak negara yang mengalami kerugian besar akibat dari dampak menyebarnya wabah tersebut. Bahkan sekelas negara-negara maju yang berada di eropa tak luput dari penyebaran virus tersebut.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang hari ini sedang mempersiapkan strategi untuk memutuskan rantai penyebaran virus yang sudah hampir menunjukan angka positif dua ribu jiwa seperti yang di lansir oleh Detik.com dalam salah satu pidato mentri kesehatan kabinet Jokowi Maruf. Berbagai kebijakan sudah di perintahkan dari aparatur negara mulai dari pusat hingga daerah.

Sosial Distancing atau beraktivitas di dalam rumah merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah untuk menghimbau kepada seluruh warga negara agar senantiasa mengerjakan aktivitas sehari-hari di dalam rumah sebagai upaya memutus penyebaran Covid 19. Karena apabila masyarakat indonesia hari ini mengikuti arahan pemerintah dengan mengerjakan aktivitas sehari-hari tanpa keluar rumah kecuali keadaan mendesak, hal tersebut dapat menghambat penyebaran virus. Sehingga banyak hari ini para aktivis-aktivis sosial yang terdiri dari berbagai macam golongan sedang ramai mengkampanyekan agar masyarakat ikut serta dalam perlawanan melawan Covid 19 dengan sosial Distancing.


Tetapi ada beberapa hal yang terlewatkan setelah kita ikut serta mebantu pemerintah dalam melawan penyebaran virus Corona dengan berdiam diri di rumah. Karena di sadari ataupun tidak wabah ini berdampak terhadap stabilitas perekonomian di indonesia, memang mengenai dampak ini bukan hanya sebagian orang saja yang merasakan, tetapi seluruh warga negara. Namun bagi orang-orang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok selama beberapa bulan mungkin tidak terlalu fatal. Tetapi bagaimana warga negara yang berpenghasilan di bawah rata-rata, yang di masa sebelum datang wabah virus ini saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mendasar. Seperti sembako, listrik, kontrakan (bagi yang belum menetap), peralatan dapur, mandi dan masih banyak lagi.


Memang hari ini kita semua berharap agar dunia khusus nya bangsa indonesia segera melewati masa-masa suram akibat dampak dari Wabah Virus Corona. Namun tetap saja kita tidak bisa menjamin apakah dalam satu dua bulan kedepan orang yang terinfeksi semakin menurun atau semakin bertambah. Sehingga bisa kita bayangkan berapa warga negara yang berpenghasilan di bawah rata-rata kehilangan pekerjaan selama beberapa bulan. dan pasti nya kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari harinya.

Walaupun apabila hal itu terjadi pemerintah tidak akan diam dalam membantu warga nya yang sedang dalam masa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi tetap saja kita sebagai warga negara sudah seharusnya ikut serta mengulurkan tangan kita untuk membantu para warga yang mengalami krisis ekonomi untuk memenuhi kebutuhan mendasar hidup mereka. Terutama bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di atas rata-rata agar senantiasa selalu membuka mata khusus nya di lingkungan sekitar seperti tetangga, keluarga saudara dan sebagainya.


Karena hari ini tidak semestinya kita sebagai mahluk sosial hanya mementingkan ego dan hawa nafsu untuk kepentingan pribadi semata. Dengan cara menimbun kebutuhan mendasar di tengah wabah pandemi seperti sembako, masker, cairan pembersih dan sebagainya hanya untuk kepentingan perorangan dan yang lebih parah lagi memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkankeuntungan pribadi tanpa melihat hal negatif akibat ulah yang mereka perbuat.

Sehingga dengan langkah tersebut hari ini kita akan lebih leluasa mengkampanyekan Sosial distancing dari berbagai sektor maupun media, dengan terus memperhatikan orang-orang di sekitar. Jangan sampai kita mengingatkan agar seluruh warga mengisolasi dirinya di dalam rumah tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di jangkauan dan sedang membutuhkan bantuan. /Sultan Azzam Husyahiri, KPI UIN SGD Bandung.

Photo, harianhaluan.com

Comments

Red : Faizun Ibnihusen

Aktivis Indonesia (APPI)

id Bahasa Indonesia